Pemerintah Dorong Dua Institusi Serap 1.800 Ton Emas Milik Warga RI!

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:52:00 WIB

JAKARTA - Otoritas Indonesia memberikan mandat kepada dua lembaga keuangan, yang menyediakan layanan perbankan bullion guna merumuskan strategi supaya publik kian percaya menempatkan simpanan emas mereka di dalam ekosistem perbankan nasional.

Sebabnya, pihak eksekutif mendeteksi, paling tidak terdapat 1.800 ton logam mulia yang hingga kini tersimpan rapat di rumah masyarakat Indonesia, alias belum masuk ke dalam sistem bullion domestik.

"Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton. Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar," kata Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Lantaran hal tersebut, Airlangga menginstruksikan dua entitas jasa keuangan yang kini telah menjalankan bisnis bullion, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Pegadaian, untuk meyakinkan warga agar bersedia menyimpan emas mereka.

"Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI yang 252 billion ini mungkin 20% nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian," tutur Airlangga.

Airlangga menjelaskan, apabila simpanan 1.800 ton emas yang mengendap di tangan publik itu sanggup diserap masuk ke perbankan tanah air dengan valuasi US$ 252 miliar, hal itu akan mengangkat posisi stok emas Indonesia menjadi jajaran paling atas secara global.

Untuk PT Pegadaian sendiri dipaparkan Airlangga sejauh ini telah mengurus sebanyak 153 ton persediaan emas masyarakat, sedangkan BSI sekitar 20 ton.

"Nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kami lakukan. Karena kalau kami lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian China 2.331. Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua," ucap Airlangga.

Reporter: Moch Febrianto