Ajang KKI 2026 BI Pamerkan Produk UMKM dan Rilis Layanan QRIS Terbaru

Ajang KKI 2026 BI Pamerkan Produk UMKM (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:44 WIB

JAKARTA - Bank Sentral Indonesia berusaha mendongkrak daya saing komoditas UMKM Tanah Air. Ribuan barang UMKM dipajang demi menaikkan daya saing barang tersebut.

Perihal tersebut diwujudkan lewat perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang pada kesempatan ini mengedepankan komoditas UMKM milik Aceh.

550 UMKM berpartisipasi untuk dipamerkan secara tatap muka, serta 1.300-an UMKM lainnya dipajang lewat portal resmi KKI 2026.

"Kita mengangkat tema besar penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing dan tadi kita sudah dengan tema yang kita ambil adalah Beudaya Meusare-sare. Jadi ini adalah sinergi diantara kami untuk mendukung para UMKM," kata Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti saat membuka KKI 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Beliau memaparkan, tema tersebut sejalan atas usaha UMKM Aceh guna bangkit pascamusibah beberapa saat lalu.

Mengingat kembali, Aceh tersohor lantaran kelimpahan kreativitas maupun kebudayaannya.

"Kami tahu semua Aceh adalah salah satu daerah yang tertimpa musibah cukup besar, terdampak dari bencana banjir bandang sehingga ini berpengaruh pada UMKM dan perekonomian setempat," ucap dia.

Destry memaparkan, langkah penambahan daya saing ini turut mengikutsertakan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming.

Agenda raksasa ini juga ikut membina kerja sama bersama 27 Kementerian/Lembaga.

"Dalam pelaksanaan KKI ini, kami bersinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis kami. Dan pameran secara fisik diikuti oleh kurang lebih 550 UMKM Sedangkan pameran online juga tetap kami lakukan pada website KKI dan ini melibatkan lebih dari 1.300 UMKM dari seluruh Indonesia," beber dia.

Sebelumnya, Bank Sentral Indonesia secara resmi merilis dua aturan baru, yakni perluasan pembebasan tarif pedagang (Merchant Discount Rate/MDR) dari pembayaran QRIS serta peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) selaku sumber dana transaksi QRIS.

Dua hal tersebut diharapkan sanggup menaikkan kemudahan transaksi elektronik warga.

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memaparkan bahwasanya aturan MDR QRIS 0% diperluas bagi seluruh jenis pedagang.

Aturan ini berlaku secara efektif mulai 1 Oktober 2026.

"Hari ini secara resmi saya meluncurkan perluasan kebijakan MDR 0% yang secara efektif diimplementasikan pada 1 Oktober 2026, serta implementasi Kartu Kredit Indonesia sebagai sumber dana QRIS—baik melalui CPM, MPM, dan Tap—pada 17 Agustus 2026," kata Destry di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Perluasan MDR QRIS 0%:

Berlaku bagi pembayaran hingga nominal Rp 100 ribu pada seluruh jenis merchant.

Aturan ini tidak merubah regulasi MDR QRIS bagi jenis usaha mikro yang tetap tanpa biaya (0%) untuk pembayaran hingga Rp 500 ribu.

"Kebijakan ini memberikan ruang efisiensi biaya transaksi bagi para pelaku usaha agar manfaat ekonomi digital semakin luas dan inklusif, sekaligus mendukung penguatan daya beli masyarakat," jelas Destry.

Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI):

Hadir sebagai pilihan instrumen deferred payment dalam negeri yang efisien, prudent, serta terhubung dengan sistem transaksi nasional.

Di taraf awal, KKI hadir berupa kartu elektronik dan dapat dipakai selaku sumber dana pembayaran QRIS MPM, QRIS CPM, maupun QRIS Tap.

Mendatang, KKI bakal dikembangkan bertahap guna memfasilitasi transaksi daring melalui Online Payment, serta transaksi luring memakai kartu fisik.

Kehadiran skema dalam negeri ini membuka peluang semakin lapang bagi pelaku usaha guna memasuki ekosistem elektronik sekaligus menjadi sarana kredit penopang daya beli warga.

Bank Sentral Indonesia turut merekam performa positif pada pembayaran QRIS Antarnegara.

Di triwulan II 2026, jumlah bersih (net inbound) transaksi QRIS antarnegara menyentuh Rp 1,52 triliun yang dipicu oleh meningkatnya kegiatan berbelanja turis asing di Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan angka tersebut berasal dari total transaksi inbound sebesar Rp 1,85 triliun dan transaksi outbound sekitar Rp Rp 330 miliar.

Untuk memperkuat hubungan global, Bank Sentral Indonesia berencana melebarkan kemitraan QRIS lintas negara menuju beberapa negara rekanan baru.

Saat ini perundingan teknis tengah intens dilakukan bersama otoritas dari India, Arab Saudi, dan Hong Kong.

Reporter: Moch Febrianto