Pasar Emas Nasional Kian Melaju Lewat Pembentukan Asosiasi Bulion IBMA

Para pelaku industri emas nasional menggelar Sidang Pleno Indonesia Bullion Market Association (IBMA) (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:41 WIB

JAKARTA - Satu tahun setelah peluncuran kegiatan usaha bullion (Layanan Bank Emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Performa bullion bank memperoleh respons positif dari publik.

satu tahun pertama Bank Emas telah mendirikan fondasi dan memperlihatkan tingginya potensi ekosistem bullion Indonesia.

Saat ini bullion bank di Indonesia sudah mengelola sekitar 177 ton emas, di antaranya 153 ton emas yang dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas yang dikelola oleh BSI.

Pencapaian tersebut memperoleh apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026.

Presiden menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu langkah strategis yang sanggup mengamankan aset nasional, memperkokoh sistem keuangan, sekaligus menaikkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Cita-cita menjadikan industri bullion memicu penguatan dan penetrasi ekosistem emas nasional di Indonesia makin kokoh dengan komitmen dan dukungan pelaku usaha dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

Pada Selasa (18/8), IBMA secara resmi didirikan untuk mendorong kemajuan pasar bullion yang kredibel, efisien, serta berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi dan penguatan ekosistem industri nasional.

Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kerja sama strategis bagi para pelaku industri dari hulu sampai hilir dalam memperkokoh ekosistem pasar bulion nasional, serta mampu menjadi mitra strategis dalam penyusunan kebijakan, peningkatan standar industri, dan penguatan daya saing pasar bullion nasional di tingkat regional maupun global.

Dengan integrasi yang kian cepat, proses hilirisasi emas bakal mengalami akselerasi produk berbasis emas akan semakin bervariasi, dan Indonesia sanggup menaikkan daya saingnya sebagai pusat pasar bullion di Asia Tenggara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutarakan, pembentukan IBMA menandai babak baru pengembangan industri bullion Indonesia.

Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan sukses dibangun melalui penerapan kegiatan usaha bullion, fokus selanjutnya ialah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, serta terintegrasi.

"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kami bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," ujar Airlangga.

IBMA terdiri atas lintas industry mulai dari hulu sampai hilir di antaranya perusahaan dengan bidang usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pemrosesan bijih menjadi emas batangan dan perak, perusahaan yang memperdagangkan emas batangan (bullion dealer); perusahaan pembiayaan & lembaga keuangan non-Bank yang mengantongi izin di bidang industri bulion dan bank bulion.

IBMA bakal semakin memperkuat peran bullion bank dengan hadir sebagai platform strategis yang membawa ekosistem bullion Indonesia ke tahap selanjutnya dan dalam jangka panjang memperkokoh posisi Indonesia di pasar bullion regional.

Saat ini yang sudah bergabung di dalam IBMA ialah PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA) , UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler) dan PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) serta PT Laku Emas Indonesia.

Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum, dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.

Untuk dunia usaha, penguatan ekosistem bullion tidak cuma membuka peluang pengembangan layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, melainkan juga menciptakan pasar yang lebih dalam (deeper market) dengan likuiditas yang kian baik.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan sanggup menaikkan efisiensi industri, memperkuat pembiayaan sektor riil, serta menarik partisipasi investor domestik maupun internasional.

Pemerintah Republik Indonesia memandang pengembangan pasar bullion merupakan bagian dari strategi transformasi ekonomi menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 di antaranya melalui program hilirisasi sebagaimana tercantum dalam visi Asta Cita.

Guna mendukung target tersebut, penguatan dikerjakan secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bullion, penyempurnaan regulasi, pemberian insentif fiskal, dan harmonisasi standar industri agar selaras dengan praktik terbaik internasional.

Data world gold council menyebutkan produksi emas Indonesia pada tahun 2025 menyentuh 104 ton yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat 10 di dunia.

World gold council juga menyoroti peningkatan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan emas baik dari sisi kepemilikan emas pada ETF Emas global yang memasuki tahun kedua terkuat sepanjang Sejarah maupun pembelian emas batangan dan koin meningkat sampai mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) sekaligus menjabat sebagai Ketua IBMA, Selfie Dewiyanti, mengutarakan kehadiran IBMA ditargetkan menjadi akselerator utama dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.

Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, serta memenuhi standar internasional.

Langkah strategis tersebut diproyeksikan sanggup membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar negara produsen komoditas emas menjadi pusat perdagangan (bullion hub) terkemuka di kawasan regional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perluasan investasi, pendalaman pasar keuangan, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global, seluruh anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional guna mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan produk bullion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, dan peningkatan literasi masyarakat bakal terus didorong guna memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

Pembentukan IBMA sekaligus menandai keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengidentifikasi peluang, menjawab tantangan, serta memperkuat arah kebijakan yang diperlukan dalam membangun rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga potensi emas nasional tidak hanya menjadi aset komoditas, melainkan juga menjadi salah satu penggerak hilirisasi, penguatan sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Reporter: Moch Febrianto