Rupiah Dibuka Menguat Rp17.843 per Dolar AS Menjelang Keputusan RDG BI
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah tercatat naik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat dibuka, sejalan dengan sebagian besar mata uang Asia yang menguat menyusul penurunan performa dolar AS.
Pihak pelaku pasar lebih memilih untuk bersikap wait and see jelang keputusan dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang rencananya disampaikan sore nanti.
Merujuk pada catatan data Doo Financial Futures jam 09.50 WIB, nilai rupiah mengawali posisi pada Rp17.843, bertambah 0,11% dari sesi sebelumnya.
Catatan pasar juga mengindikasikan sebagian besar mata uang Asia mengalami penguatan atas dolar AS.
Kenaikan paling tajam didapatkan won Korea Selatan sebesar 0,79%, lalu yen Jepang 0,18%, dolar Taiwan 0,17%, dan dolar Singapura 0,10%.
Sementara yuan China terangkat tipis 0,03% serta dolar Hong Kong naik 0,02%.
Sebaliknya, beberapa mata uang di Asia tampak bertahan di jalur pelemahan.
Koreksi paling dalam dirasakan peso Filipina yang menyusut 0,09%, disusul rupee India yang melemah 0,07%, baht Thailand terkikis 0,06%, dan ringgit Malaysia melorot 0,05%.
Pengamat dari Sumbernya Lukman Leong menuturkan bahwa rupiah masih berpeluang tergerus berhadapan dengan dolar AS akibat eskalasi risiko geopolitik serta naiknya harga minyak global.
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia,” tutur Lukman, Rabu (19/8/2026).
Meskipun demikian, laju pelemahan terhadap rupiah diperkirakan tak akan meluncur terlalu jauh.
Kalangan investor cenderung menetapkan langkah wait and see menanti rilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang disiarkan sore ini.
“Namun pelemahan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan RDG BI sore ini,” ucap Lukman.
Lukman menaksir nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam kurun perdagangan hari ini.