FTSE Russell Menunda Rebalancing Saham Indonesia Hingga Akhir Tahun

FTSE Russell Menunda Rebalancing Saham Indonesia (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:28:58 WIB

JAKARTA - Pengelola indeks ekuitas internasional dari Inggris, FTSE Russell, menetapkan buat kembali menangguhkan penambahan emiten-emiten anyar dari bursa saham Indonesia setidaknya hingga evaluasi indeks mendatang pada Desember 2026.

Penangguhan ini berlaku buat penambahan anggota baru termasuk perusahaan yang baru saja mencatatkan saham di bursa (IPO), pergeseran kelas skala antar jenjang besar, menengah, kecil, sampai mikro, kenaikan saham publik atau free float, serta pembaruan weight adjustment factor (WAF) dari nol menjadi positif.

"Langkah ini memberikan waktu tambahan untuk mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya," bunyi pengumuman FTSE Russell, Rabu (19/8/2026).

Walaupun demikian, FTSE menyampaikan, regulator Indonesia telah menjalankan beberapa langkah yang memiliki tujuan untuk memperkuat keterbukaan bursa saham Indonesia.

Beberapa di antaranya mencakup penyediaan data kepemilikan pemegang saham melebihi 1%, penerbitan daftar pemusatan kepemilikan saham (high shareholding concentration/HSC), serta peningkatan pelaporan pengelompokan investor.

"FTSE Russell telah meninjau perkembangan ini, termasuk inisiatif reformasi pasar yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan integritas data," lanjutnya.

Lebih jauh, FTSE Russell mengklaim bakal terus mengawasi dinamika pasar di Indonesia dengan cermat dan menilai efektivitas kebijakan perombakan tata kelola teranyar, sambil secara aktif tetap berkoordinasi dengan regulator pasar nasional.

"Keputusan lebih lanjut mengenai perlakuan indeks, termasuk kemungkinan dilanjutkannya kembali perubahan indeks secara penuh, akan dipertimbangkan menjelang tinjauan indeks bulan Desember 2026 dan akan disampaikan pada waktunya," ungkapnya.

Reporter: Moch Febrianto