Integrasi Stasiun BNI City & Karet Ditargetkan Tuntas Akhir September.

Integrasi Stasiun BNI City & Karet (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:54:23 WIB

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia mendata angka pemakai harian kereta rel listrik sekarang telah menyentuh 1,1 juta orang.

Kenaikan volume konsumen ini memotivasi perbaikan beragam infrastruktur fisik peladenan masyarakat di hari Senin, 17 Agustus 2026.

Penyelenggara transportasi massal menyusun rencana penyatuan aktivitas antara Stasiun BNI City bersama Stasiun Karet.

Program penggabungan kedua pusat transportasi kota ini diharapkan bisa selesai pada penghujung bulan September depan.

Rencana renovasi fasilitas umum dijelaskan secara gamblang oleh Direktur KAI Commuter Mochamad Purnomosidi.

Momen perayaan hari kemerdekaan menjadi motivasi utama bagi pihak korporasi untuk mengevaluasi kualitas peladenannya.

"Dan kami dari pengelola angkutan juga diminta untuk berpartisipasi mempermudah akses menuju ke tempat acara (HUT ke-81 RI-red), kan gitu ya. Salah satunya dengan tadi, apa, tarif yang yang apa yang promo dan lain sebagainya, kan gitu," kata Mochamad Purnomosidi.

Mochamad Purnomosidi, Direktur Utama KAI Commuter (kemeja putih, topi merah,kiri) ditemani Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda (kanan), (Foto: dari Sumbernya).

Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda ikut memberikan penjabaran soal pergeseran arus warga.

Manajemen penyedia transportasi memprediksi munculnya perubahan pusat kepadatan pelanggan mulai siang hingga sore hari.

"Saat ini untuk penumpang memang konsentrasinya masih menuju ke area Monas, ya. Karena nanti untuk yang di area Bundaran Hotel Indonesia, HI, ini akan mulai berlangsung di sore hari," ucap Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda.

Baca juga:

Ingat! KAI Bidik Penyatuan Stasiun Karet-BNI City Berjalan 28 September 2026

Purnomosidi menekankan janji perusahaan dalam mengawasi sirkulasi penumpang supaya suasana tetap aman dan kondusif.

Renovasi ini juga menargetkan Stasiun Duri serta Stasiun Cawang yang berfungsi sebagai lokasi persilangan beragam moda angkutan.

"Ya kami tetap akan berupaya bagaimana bisa melayani semaksimal mungkin, dan kami tidak tidak diam, tidak tidak cuma mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat ya," kata President Director Purnomosidi.

Karina menerangkan langkah taktis untuk mengurai kepadatan sirkulasi warga pada wilayah Stasiun Bogor secara berangsur.

Akses menyeberang rel konvensional yang dinilai mengancam keamanan nyawa konsumen bakal segera ditukar memakai eskalator.

"Kami juga menambah personel yang membantu layanan penumpang di stasiun-stasiun yang padat," ujar Vice President Karina.

Dirinya menyatakan kalau jadwal peresmian hasil penyatuan kedua titik henti itu berbarengan dengan peringatan HUT KAI.

Konstruksi fisik pada bangunan inti stasiun penopang jantung ibu kota saat ini diklaim sudah tuntas seutuhnya.

"Insaallah BNI City ini kami akan 'launch' rencana 28 September-lah pas ulang tahun KAI. Nanti kami 'launch' sekaligus mengintegrasikan dengan Stasiun Karet," ucap Purnomosidi.

Karina menyisipkan keterangan soal kesiapan fasilitas pendukung kenyamanan perjalanan segenap konsumen angkutan kereta.

Pemasangan tangga berjalan elektrik pada zona penghubung stasiun sedang dikerjakan secara masif oleh regu teknis.

"Secara infrastruktur besarnya udah siap," kata Karina.

Saat penyatuan sudah berlaku seutuhnya, maka Stasiun Karet dipastikan tidak akan kembali memfasilitasi aktivitas naik turun pemakai jasa.

Semua operasional peladenan bakal dipindah secara menyeluruh menuju wilayah peron baru kepunyaan Stasiun BNI City.

Reporter: Moch Febrianto