Pergerakan Rupiah Mengalami Penguatan Pada Sesi Pagi Hari Kemerdekaan 70

Pergerakan Rupiah Mengalami Penguatan (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:54:23 WIB

JAKARTA - Kurs mata uang rupiah mengalami kenaikan hingga level Rp17.792 per dolar AS di transaksi Senin (17/8) pagi.

Mata uang Indonesia tersebut terangkat 35 poin atau 0,20 persen dari posisi penutupan sesi sebelumnya pada nilai Rp17.827 per dolar AS.

Kenaikan nilai rupiah ini beriringan dengan arah pergerakan hampir seluruh mata uang di kawasan Asia yang terangkat atas dolar AS.

Pergerakan hijau ini terdorong oleh menurunnya indeks dolar AS setelah rilis statistik ekonomi Amerika Serikat menampilkan indikasi merosot.

Pengamat mata uang dari tempatnya memaparkan bahwa penurunan statistik ekonomi Amerika Serikat mendorong munculnya ekspektasi kebijakan finansial dari otoritas moneter AS.

"Pelemahan data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bernada dovish pada risalah pertemuan FOMC pekan ini," ujar Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.

Narasumber turut memperkirakan estimasi laju mata uang lokal di sepanjang transaksi hari ini.

"Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," kata Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.

Sementara itu, pergerakan politik nasional juga memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan pernyataan mengenai penyerahan surat presiden kepada pihak DPR perihal jajaran petinggi Bank Indonesia dan instansi lainnya.

"Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco yang sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres yang pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Pada aktivitas transaksi pekan lalu, Jumat (14/8), rupiah mengakhiri transaksi dengan kenaikan 0,22 persen ke angka Rp17.820 per dolar AS.

Laporan data inflasi produsen AS yang stagnan turut menekan indeks dolar AS sekaligus menyediakan ruang penguatan bagi rupiah.

Reporter: Moch Febrianto