Data Ekonomi AS Lemah Dorong Rupiah Menguat ke Rp 17.798 per Dolar AS
JAKARTA - Kurs nilai tukar mata uang rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) merangkak naik pada Senin (17/8/2026).
Melihat data Bloomberg, rupiah pada pasar spot menanjak 0,16% secara harian menuju tingkat Rp 17.798 per dolar AS.
Sedangkan merujuk pada Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang rupiah pada Jumat (14/8/2026) meningkat 0,26% secara harian menjadi Rp 17.836 per dolar AS.
Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, penurunan rupiah salah satu faktornya dipicu oleh berbagai data ekonomi AS yang lesu.
Indikator sentimen konsumen AS terhitung merosot pada bulan Agustus menjadi 51 dari angka 55,2 di bulan silam.
Ritel penjualan AS turut merekam penurunan menjadi 0,6% bulan lalu, seusai mengalami peningkatan 0,2% pada Juni.
"Data yang lebih lemah ini telah mengurangi sebagian tekanan pada Federal Reserve untuk memperketat kebijakan, sehingga mendukung logam mulia yang tidak menghasilkan pendapatan bunga," ucap Ibrahim, Senin (17/8/2026).
Ibrahim menimpali, pergerakan mata uang rupiah esok hari terdorong oleh harapan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pasalnya, para pemodal bakal memperoleh gambaran makin terang perihal pandangan dari pembuat regulasi pada hari Rabu, ketika risalah jalannya rapat The Fed periode Juli diagendakan buat diterbitkan.
Ibrahim memperkirakan nilai rupiah besok (18/8/2026) berjalan fluktuatif tetapi berakhir menguat pada kisaran Rp 17.750 - Rp 17.800 per dolar AS.