BNI Menjamin Penyaluran Kredit Ke BUMN Karya Selalu Dikelola Prudent

BNI Menjamin Penyaluran Kredit (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:05 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjamin penyaluran pembiayaan kepada BUMN Karya tetap dijalankan dengan sangat hati-hati di tengah isu perpanjangan tenor pelunasan utang proyek infrastruktur.

Perseroan turut menekankan terus memperkokoh alokasi pencadangan serta tata kelola kualitas aset demi memitigasi potensi risiko kredit.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan, tata kelola portofolio kredit terhadap BUMN Karya dilaksanakan dengan memperhatikan profil risiko debitur, prospek bisnis, serta dinamika proyek yang didanai.

"BNI senantiasa mengelola portofolio kredit secara prudent dengan mempertimbangkan profil risiko, prospek usaha debitur, serta perkembangan proyek yang dibiayai," ujar Okki kepada Kontan.co.id, Rabu (12/8/2026).

Walau begitu, BNI tidak membeberkan nominal pembiayaan kepada BUMN Karya.

Berdasarkan penuturan Okki, rincian data tersebut merujuk pada regulasi keterbukaan informasi dan perlindungan rahasia nasabah.

Mengenai dinamika proyek infrastruktur, Okki memaparkan BNI secara periodik menggelar evaluasi bersama debitur dan pemangku kepentingan guna menyesuaikan skema pembiayaan dengan kondisi proyek serta kesanggupan pelunasan debitur.

"Setiap penyesuaian skema pembiayaan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi masing-masing proyek, dengan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian serta ketentuan yang berlaku," katanya.

Mengenai aspek pencadangan, BNI memastikan alokasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) disiapkan secara prudent berpatokan pada standar akuntansi dan regulasi otoritas.

Menurut Okki, penataan CKPN didasarkan atas kalkulasi kualitas aset dan expected credit loss (ECL), dengan mempertimbangkan ragam faktor seperti profil risiko debitur, prospek bisnis, mutu agunan, hingga estimasi arus kas.

"Dengan pendekatan tersebut, kecukupan pencadangan tetap terjaga untuk mengantisipasi potensi risiko kredit," ujarnya.

Ke depannya, BNI bakal terus memperkuat pengendalian kualitas aset lewat pemantauan portofolio secara kontinu, penyaluran kredit yang lebih ketat, penegakan manajemen risiko yang disiplin, serta optimalisasi penyelesaian kredit berdasarkan aturan yang berlaku.

"Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas aset, ketahanan permodalan, dan keberlanjutan kinerja perseroan," kata Okki.

Di tengah tantangan industri konstruksi, BNI menegaskan, tetap berkomitmen menyokong pembiayaan pembangunan nasional, termasuk proyek-proyek infrastruktur yang memiliki prospek serta fundamental yang kuat.

Kendati demikian, pengucuran pembiayaan akan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang prudent demi menjaga kualitas aset.

Reporter: Moch Febrianto