Laju Emas Bertahan Naik Di Atas US$4.400 Akibat Laporan Inflasi AS Tepat

Laju Emas Bertahan Naik Di Atas US$4.400 (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:04 WIB

WASHINGTON - Logam emas meneruskan tren melonjak melewati angka US$4.400 pada hari Rabu usai rilis data inflasi AS bergerak selaras dengan estimasi.

Mahalnya harga minyak di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan jalur Selat Hormuz menjadikan risiko kenaikan inflasi tetap berstatus fokus utama.

Prospek analisis teknikal bertahan bullish, kendati indikator RSI mulai mendekati zona jenuh beli.

Instrumen emas (XAU/USD) meneruskan pergerakan naik di atas level US$4.400 pada hari Rabu sewaktu para pelaku pasar mencermati laporan inflasi AS, yang secara umum cocok dengan perkiraan.

Saat tulisan ini diterbitkan, XAU/USD bergerak pada kisaran US$4.429, menguat 1,38% pada perdagangan hari ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) utama merangkak naik 0,1% di bulan Juli sesudah merosot 0,4% pada bulan Juni, sedangkan proporsi tahunannya melambat menuju 3,4% dari 3,5%.

IHK terangkat 0,2% MoM usai sebelumnya bergerak rata, dengan proporsi tahunan yang mereda ke posisi 2,5% dari 2,6%.

Menjawab data tersebut, Mata Uang Dolar AS (USD) beserta imbal hasil obligasi Treasury AS mengalami tekanan, sehingga memberi angin segar bagi logam mulia.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan Greenback terhadap kelompok enam mata uang dominan, diperdagangkan sekitar 99,70, tergerus 0,10% pada hari ini.

Imbal hasil obligasi Treasury merosot pada seluruh kurva, di mana imbal hasil tenor 2 tahun merosot empat basis poin dari posisi pembukaan harian dan kini ditransaksikan sekitar 4,180%.

Lantaran inflasi yang masih berada di atas batas sasaran 2% milik Federal Reserve (The Fed) ditambah tingginya harga Minyak memperbesar risiko lonjakan, laporan IHK ini cuma berdampak kecil pada ekspektasi bahwa The Fed bakal melanjutkan kebijakan moneter yang bersifat ketat.

Namun demikian, tingkat peluang kenaikan suku bunga pada bulan September tergerus menjadi sekitar 38% dari posisi 44% sebelum pengumuman, berdasarkan informasi dari Sumbernya.

Kenaikan Emas Makin Kuat saat Ekspektasi Pengetatan The Fed Pudar dan Isu Stagflasi Mulai Mendapat Tempat

Berdasarkan keterangan dari Sumbernya, "logam-logam mulia mempertahankan kenaikan" lantaran pengumuman IHK AS terbaru "hanya sedikit untuk memicu kembali penetapan harga kenaikan The Fed," dengan pergerakan nilai terkini mempertegas bahwa "pasar emas semakin tidak memprakirakan kenaikan."

Pihak perbankan tersebut menyampaikan bahwa "untuk saat ini, dana diskresioner makro, arus ETF, dan permintaan bank sentral semuanya telah meningkat secara material setelah FOMC dan telah semakin berani setelah pelemahan terbaru dalam data ekonomi."

Pihak dari Sumbernya menambahkan bahwa "dengan logam kuning reli seiring dengan kenaikan kembali harga energi, dan selama Ketua The Fed Warsh diprakirakan akan mengabaikan harga energi yang lebih tinggi, tema stagflasi akan terus mendapatkan momentum."

Ulasan teknis: XAU/USD Mendekati SMA 200-Hari

XAU/USD meneruskan fase kenaikannya melampaui Simple Moving Average (SMA) 50-hari dan berada tepat di atas SMA 100-hari, menjaga kecenderungan arah jangka pendek tetap bullish.

Pasangan nilai uang ini kini bergerak mendekati SMA 200-hari di US$4.500, yang berfungsi selaku penghalang area atas utama berikutnya, sementara Relative Strength Index (RSI) di angka 68 berada dekat zona jenuh beli, memberi petunjuk bahwa kenaikan terkini tergolong kuat namun dapat rentan terhadap fase konsolidasi.

Average Directional Index (ADX) pada angka 30 memperlihatkan kondisi pasar yang lumayan terarah, memperkuat pandangan akan tahap bullish berlanjut selama harga tetap bertahan di atas rata-rata jangka pendek dan menengah.

Pada sisi bawah, titik penopang terdekat terlihat di SMA 100-hari mendekati US$4.388, dengan batas lanjutan yang lebih dalam pada SMA 50-hari di kisaran US$4.148, lokasi para pembeli diprediksi bakal muncul kembali sewaktu terjadi penurunan korektif.

Jauh di bawahnya, fondasi yang lebih mendasar ada pada garis support mendatar pada US$4.000.

Pada posisi atas, SMA 200-hari pada US$4.500 merupakan level resistance utama yang harus direbut kembali oleh para pembeli untuk melanjutkan tren naik, dan kegagalan menembus penahan ini besar kemungkinan akan membuat harga terus berkonsolidasi di atas batas penopang Moving Average terdekat.

Reporter: Moch Febrianto