Rupiah Melemahs Perkembangan Negosiasi AS-Iran Mempengaruhi Pasar Uang

Rupiah Melemahs Perkembangan Negosiasi AS-Iran (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:03 WIB

JAKARTA - Nilai tukar mata uang garuda terhadap mata uang Paman Sam pada penutupan transaksi Rabu, merosot 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.877 per dolar AS dibanding penutupan terdahulu di posisi Rp17.861 per dolar AS.

Pengamat Bank Woori Saudara Rully Nova menuturkan penurunan mata uang nasional terdorong oleh dinamika perundingan antara AS bersama Iran.

“Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,” ucapnya dari Sumbernya di Jakarta, Rabu.

Sputnik mengabarkan bahwa Iran menyodorkan sejumlah persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz kepada AS lewat perantara, diantaranya penghentian serangan di seluruh wilayah termasuk Lebanon dan Palestina, serta pemulihan aset yang disita.

Akan tetapi, sebagaimana yang dilaporkan Anadolu, Teheran bersama Washington sampai saat ini belum menemui titik temu akhir guna mengakhiri perseteruan itu, sedangkan penutupan Selat Hormuz terus menghambat alur pasokan energi dunia.

Di sisi lain, para investor juga bersikap wait and see terhadap rilis data inflasi AS yang bakal diluncurkan nanti malam.

Memperhatikan dinamika dalam negeri, potensi ketidakpastian dinilai sedikit mereda seiring Presiden RI Prabowo Subianto telah mengusulkan Destry Damayanti selaku calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Respons pasar cukup baik dan sosok yang diterima pasar dengan komitmen yang jelas pada program stabilitas rupiah yang berkelanjutan,” ungkap Rully.

Nilai penutupan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut meluncur ke posisi Rp17.876 per dolar AS dibanding sebelumnya Rp17.824 per dolar AS.

Reporter: Moch Febrianto