Dampak Konflik AS-Iran Bikin Rupiah Layu Penutupan Perdagangan Hari Ini
JAKARTA - Pergerakan mata uang rupiah atas dolar AS di akhir perdagangan Rabu, terkoreksi tipis 16 poin atau 0,09 persen pada level Rp17.877 per dolar AS dari sesi penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp17.861 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menerangkan bahwa pelemahan mata uang garuda dipengaruhi oleh jalannya negosiasi AS bersama Iran.
“Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Sputnik memberitakan jika Iran menyodorkan beberapa syarat untuk membuka kembali Jalur Hormuz kepada pihak AS lewat mediator, mencakup penghentian pertikaian di seluruh daerah termasuk Lebanon dan Palestina, beserta pengembalian aset terblokir.
Namun, seperti yang dilansir Anadolu, Teheran dan Washington hingga saat ini belum mencapai titik temu akhir guna merampungkan perselisihan itu, sedangkan pemblokiran Jalur Hormuz masih menghambat arus pasokan energi internasional.
Di sisi lain, para investor turut bersikap wait and see menunggu data inflasi AS yang rencananya diumumkan pada malam ini.
Memperhatikan faktor internal, risiko ketidakpastian dirasa sedikit mereda setelah Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Respons pasar cukup baik dan sosok yang diterima pasar dengan komitmen yang jelas pada program stabilitas rupiah yang berkelanjutan,” ungkap Rully.
Nilai Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini pun ikut merosot pada posisi Rp17.876 per dolar AS dari hari sebelumnya sebesar Rp17.824 per dolar AS.