Mata Uang Rupiah Melemah Capai Angka Rp17.861 per Dolar AS Selasa Sore
JAKARTA - Posisi nilai tukar rupiah bertengger di angka Rp17.861 per dolar AS di waktu perdagangan Selasa (11/8) sore. Mata uang Tanah Air terpangkas 106 poin atau setara 0,60 persen ketimbang sesi transaksi sebelumnya.
Arah pergerakan rupiah seirama dengan deretan mata uang Asia lainnya yang terdesak dolar AS.
Mata uang Peso Filipina merosot 0,84 persen, Ringgit Malaysia juga terangkut turun 0,03 persen, Dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Selain itu, Yuan China teramati bergerak konstan terhadap dolar AS. Pada sisi yang berbeda, beberapa mata uang Asia justru sanggup menanjak.
Dolar Singapura terangkat 0,06 persen, Yen Jepang naik 0,01 persen, lalu Won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen. Sementara itu, mata uang negara-negara maju tampak bergerak beragam.
Euro menyusut 0,07 persen, Franc Swiss anjlok 0,11 persen, Poundsterling Inggris tergerus 0,03 persen, serta Dolar Australia terkoreksi 0,04 persen.
Sebaliknya, Dolar Kanada justru menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Analis valuta asing DOO Financial Futures Lukman Leong menyampaikan bahwasanya rupiah dan sejumlah mata uang kawasan terdorong ke bawah oleh melambungnya harga minyak mentah dunia di tengah minimnya kepastian prospek perdamaian kawasan Timur Tengah.
"Rupiah dan beberapa mata uang regional umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah. Rupiah juga tertekan oleh data penjualan ritel yang masih mengalami penurunan untuk tiga bulan beruntun," ujar Lukman dari Sumbernya.