Rupiah Menguat 87 Poin Seiring Cadangan Devisa RI Yang Relatif Kuat

Rupiah Menguat 87 Poin Seiring Cadangan Devisa RI (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:17 WIB

JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada penutupan transaksi Senin, beranjak naik 87 poin atau 0,49 persen menuju Rp17.810 per dolar AS bila dibandingkan penutupan lalu di posisi Rp17.897 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyebutkan peningkatan rupiah disokong posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia yang cukup kokoh.

"Rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa yang relatif kuat," ucapnya dari Sumbernya, Senin.

Tercatat, cadev Indonesia pada penghujung Juli 2026 senilai 145,3 miliar dolar AS, merosot sedikit dari 145,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Angka cadev yang tetap tinggi dianggap memberikan kelonggaran bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan stabilitas kurs melalui intervensi di pasar valuta asing.

Akan tetapi, sambung dia, penurunan tersebut turut memperlihatkan bahwa tekanan atas rupiah tetap harus diwaspadai.

Ditinjau dari sisi global, rupiah memperoleh sentimen positif sejalan indeks dolar AS yang ada di angka 99,6, terendah sejak awal Juni, usai data pasar tenaga kerja AS yang lebih lesu memperbesar ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Dalam rentang pendek, pasar dikatakan bakal memperhatikan data inflasi AS yang menjadi salah satu petunjuk penting dalam membentuk ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September 2026.

"Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dapat kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mendorong penguatan dolar AS," ungkap Amru.

Dalam rentang pendek, rupiah diprediksi masih memiliki ruang naik secara terbatas pada kisaran Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS.

Apabila inflasi AS tercatat lebih rendah dari proyeksi pasar, ujar dia, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed berpeluang terdorong, sehingga menghimpit dolar AS dan memberi celah bagi rupiah untuk naik.

Reporter: Moch Febrianto