Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta Usai Bertambah 9,9 Juta

Jumlah Investor Pasar Modal (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:14 WIB

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penambahan sekitar 9,9 juta pemodal pasar modal dalam rentang 7,5 bulan pada 2026. Adanya kenaikan ini membuat total pemodal pasar modal menyentuh kisaran 30,2 juta.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan lonjakan tersebut menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

“Penambahan investor 9,9 juta adalah pertumbuhan tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia,” kata Jeffrey dalam Konferensi Pers Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Merujuk data BEI, total pemodal pasar modal mencapai sekitar 30,27 juta per 7 Agustus 2026, melonjak dibanding kisaran 20,34 juta pada 2025.

BEI memetakan sekitar 9,9 juta pemodal baru selama 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi pemodal pasar modal yang mencakup pemodal pada produk saham, obligasi, dan reksa dana.

Perkembangan basis pemodal terjadi di tengah guncangan yang dialami pasar modal dalam negeri sepanjang tahun berjalan. Hingga 7 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 25,87 persen secara tahun berjalan (year-to-date).

Kendati demikian, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham terekam Rp 22,3 triliun. Pada waktu yang sama, akumulasi emiten tercatat mencapai 962 emiten dengan tujuh penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) anyar selama 2026 hingga 7 Agustus.

Jeffrey menerangkan ekspansi angka pemodal menjadi salah satu kemajuan pasar modal yang tetap terwujud di tengah beraneka guncangan dan tantangan pada 2026.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menerangkan mayoritas lonjakan single investor identification (SID) berasal dari pemodal baru yang didominasi pemodal pemula berusia muda.

“Nah, betul bahwa mayoritas penambahan SID terkonfirmasi didominasi oleh investor baru, yang segmennya adalah investor pemula di tingkat usia muda,” ucap Hasan.

Menurut pandangan Hasan, sifat pemodal anyar tersebut ikut menerangkan alasan lonjakan total SID belum serta-merta diiringi kenaikan nilai aset tercatat dengan besaran yang sepadan.

Pemodal berusia muda, lanjut dia, pada umumnya masih mempunyai keterbatasan modal awal untuk berinvestasi. Namun, porsi aset yang ditempatkan di pasar modal diharapkan dapat merangkak naik seiring perkembangan usia dan kemampuan keuangan mereka.

Hasan turut menguraikan penurunan nilai aset tercatat pada tahun ini terutama terimbas koreksi harga saham dan kapitalisasi pasar, sedangkan tambahan dana dari masifnya angka pemodal baru belum mencukupi untuk mengimbangi penurunan tersebut.

“Jadi penurunan total jumlah aset tercatat di KSEI itu bukan karena penambahan dari investor, tapi lebih karena penurunan angka market cap atau jumlah total aset keseluruhan di pasar modal belum diimbangi dengan penambahan modal baru,” ungkap dia.

Selain meluaskan basis pemodal ritel, Hasan menilai lonjakan keterlibatan pemodal institusi dalam negeri menjadi pekerjaan rumah berikutnya untuk memperkokoh pasar modal nasional.

Menurut dia, pemodal institusi seperti entitas asuransi dan dana pensiun mempunyai cakrawala investasi jangka panjang yang dapat selaras dengan karakteristik instrumen pasar modal, seperti obligasi, sukuk, maupun saham.

Di sisi lain, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa OJK Khoirul Muttaqien mengutarakan lonjakan pemodal ritel, khususnya generasi muda, perlu disertai penguatan literasi dan inklusi keuangan.

OJK, kata dia, akan meluaskan program literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah supaya kenaikan partisipasi publik juga diiringi pemahaman mengenai produk, risiko, serta aturan investasi.

“Ini juga untuk menangkal agar generasi muda kita tidak terjebak dengan investasi yang ilegal atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tutur Khoirul.

BEI membidik total pemodal pasar modal mampu menyentuh lebih dari 35 juta pada 2030 sebagai salah satu target pengembangan menuju bursa kelas dunia.

Reporter: Moch Febrianto