Pengelolaan Dana SAL oleh BNI Diprioritaskan pada Sektor Pembiayaan Produktif

Pengelolaan Dana SAL oleh BNI (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:14 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menjamin penggunaan tambahan likuiditas dari pemerintah via penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) tidak akan mendorong pertumbuhan kredit secara agresif.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebutkan tambahan likuiditas dari penempatan dana pemerintah akan dioptimalkan demi memperkuat peran intermediasi, khususnya dalam menopang pembiayaan sektor produktif dan agenda prioritas nasional.

“Kepercayaan ini menjadi amanah bagi BNI untuk memperkuat peran sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembiayaan sektor-sektor produktif dan program prioritas nasional sehingga mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari Sumbernya.

Menurut Okki, pemanfaatan dana itu akan terus memperhatikan dinamika pasar, kebutuhan dunia usaha, serta rekam jejak debitur.

BNI menegaskan tambahan likuiditas tidak dijadikan alasan untuk menurunkan standar persetujuan kredit.

“Seluruh penyaluran kredit tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang kuat,” katanya.

Hadirnya likuiditas pemerintah membuat pihak bank memiliki ruang bergerak lebih luas dalam menyusun strategi pendanaan di tengah tantangan intermediasi perbankan.

Di samping itu, perbankan masih berhadapan dengan tantangan untuk menjamin dana yang tersedia bisa disalurkan ke sektor riil secara efisien.

BNI menyatakan hendak menjaga keseimbangan di antara ekspansi pembiayaan, kecukupan likuiditas, dan mutu aset.

Perseroan hendak mengalokasikan pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional sembari tetap memperhitungkan profil risiko.

Penempatan dana SAL sendiri menjadi instrumen pemerintah demi memperkokoh likuiditas sektor perbankan, terutama jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas intermediasi perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, tantangan berikutnya buat perbankan adalah memastikan tambahan likuiditas tak sekadar meningkatkan akumulasi dana mengendap, melainkan dapat direalisasikan menjadi pembiayaan produktif yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.

Reporter: Moch Febrianto