Kedelai Impor di Kudus Turun Harga Jadi Rp10.400 Per Kilo Pekan Ini Ya
KUDUS - Nilai jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pekan ini melorot dari yang tadinya dijual Rp10.800 per kilogram menjadi Rp10.400/kg, biarpun nilai tukar mata uang rupiah terbilang tinggi.
"Biasanya terjadi sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Akan tetapi, sejak Juli 2026 harga jual kedelai impor mencapai Rp10.800/kg, saat ini justru turun terus hingga menjadi Rp10.400/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf dari Sumbernya, Minggu.
Padahal, papar ia, nilai tukar rupiah atas dolar sempat menyentuh angka Rp18.000, kendati kini menyusut jadi Rp17.801.
Untuk pasokan kedelai impor pada tempat penyimpanan, jelas ia, amat melimpah lantaran mencapai angka 70-an ton, masih bisa ditambah sesuai pesanan pengusaha tahu dan tempe di Kudus.
Meskipun sering berubah-ubah menyesuaikan pergerakan kurs rupiah terhadap mata uang dolar AS, terang ia, para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus tetap bertahan menggunakan nilai jual sebelumnya.
Para pengrajin, kata ia, tidak berani melambungkan harga jual tahu maupun tempe hasil olahannya, disebabkan pelaku usaha lain juga bertahan dengan tarif lama.
Bagi produsen tahu dan tempe yang menghendaki kedelai lokal sebagai substitusi, sebut ia, saat ini sungguh sudah ada panen di kawasan Kayen, Kabupaten Pati.
"Hanya saja, saya belum memutuskan untuk menambah stok karena kedelai impor masih tersedia melimpah. Kecuali ada permintaan dan kualitas barangnya juga sesuai," ujarnya.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji mengamini harga jual kedelai impor selama ini sering bergejolak.
Mengenai persediaan kedelai, menurut ia, selama ini ada dalam jumlah cukup, sementara perubahan harganya masih rutin dipantau bersama komoditas penting lainnya demi memastikan kemampuan beli masyarakat tetap aman.