Nilai Emas Bergerak Flat Usai Sentuh Level Tertinggi Tujuh Minggu

Nilai Emas Bergerak Flat Usai Sentuh Level Tertinggi (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:46 WIB

WASHINGTON - Angka jual emas cenderung mendatar pada pembukaan pasar Asia, Senin (10/8/2026), setelah mencatatkan posisi paling tinggi dalam kurun tujuh minggu di akhir pekan lalu.

Pemilik modal kini memindahkan fokus pada jajaran angka inflasi Amerika Serikat (AS) yang bakal dirilis minggu ini demi mendapatkan sinyal kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Merujuk pada penjelasan dari Sumbernya, harga emas spot tidak banyak bergerak di posisi US$4.339,59 per ons troi pada jam 00.17 GMT.

Harga komoditas emas sudah melonjak melampaui 7% di sepanjang pekan kemarin.

Nilai emas mencapai posisi tertinggi sejak 17 Juni pada Jumat (7/8), setelah rilis data pasar kerja AS yang lebih lesu dari estimasi mengikis ekspektasi kenaikan suku bunga.

Sementara itu, harga emas berjangka AS juga mengalami pergerakan stagnan di kisaran US$4.399,40 per ons troi.

Data pada hari Jumat menampakkan perekonomian AS secara tak disangka-sangka kehilangan penyerapan tenaga kerja di bulan Juli.

Selain daripada itu, data pembuatan lapangan kerja di dua bulan terdahulu mengalami revisi ke bawah yang lumayan signifikan.

Perkembangan ini menggeser estimasi pasar mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Bursa berjangka saat ini mengkalkulasi peluang penyesuaian suku bunga pada sidang Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 September ada di bawah angka 50%.

Tingkat suku bunga yang makin rendah berpotensi menaikkan daya pikat emas bila dibandingkan dengan aset penghasil imbal hasil.

Alasannya, emas tak menghasilkan pendapatan berupa bunga.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin menerangkan "data perekrutan tenaga kerja pada Juli menunjukkan kelanjutan dari tren yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir."

Pasar Menanti Angka Inflasi AS

Pusat perhatian pasar selanjutnya berada pada data inflasi AS yang bakalan diumumkan pekan ini, terutama Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI).

Informasi tersebut hendak menjadi salah satu acuan krusial untuk pasar dalam membaca proyeksi arah suku bunga The Fed pada September nanti.

Seandainya laju inflasi kian mereda, ekspektasi pemotongan suku bunga dapat tumbuh semakin kuat.

Kondisi demikian berpotensi menjadi dorongan positif bagi harga jual emas.

Sebaliknya, inflasi yang terbilang lebih tinggi dibanding perkiraan dapat menyempitkan ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter serta berpotensi memberatkan harga emas.

Melihat pasar komoditas yang lain, harga perak spot menguat 0,5% pada level US$63,85 per ons troi.

Harga platinum menguat 0,2% pada posisi US$1.748,25 per ons troi, sedangkan palladium melemah 0,5% ke angka US$1.371,16 per ons troi.

Dalam aspek geopolitik, Iran mengungkapkan hampir meraih kesepakatan pamungkas dengan Oman terkait pembuatan jalur navigasi anyar di antara dua negara lewat Selat Hormuz.

Walau begitu, Iran kembali menekankan bahwasanya Amerika Serikat harus memenuhi sejumlah patokan, termasuk memberikan ganti rugi serta menghentikan sanksi dan gertakan militer sebelum jalur vital tersebut dibuka kembali.

Reporter: Moch Febrianto