Banderol Emas Antam Pegadaian NAIK Rp42 Ribu, Tembus Rp2,79 Juta Per Gram

Banderol Emas Antam Pegadaian NAIK Rp42 Ribu (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:46 WIB

JAKARTA - Banderol emas Antam di lembaga Pegadaian pada Senin (10/8/2026) mengalami peninggian signifikan jika dibandingkan hari kemarin.

Logam mulia ukuran 1 gram saat ini dipasarkan Rp2.798.000 atau terangkat Rp42.000, sementara nilai buyback dipatok pada posisi Rp2.490.000.

Peninggian ini mengakibatkan banderol emas Antam kembali mendekati rekor tertinggi dalam rentang beberapa pekan belakangan.

Pergerakan penguatan ini menjadi fokus penanam modal maupun publik yang memanfaatkan emas sebagai sarana pengaman aset di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan publikasi resmi dari tempatnya, emas Antam ukuran 0,5 gram dilepas dengan banderol Rp1.451.000 dan mempunyai nilai buyback Rp1.245.000.

Sementara itu, emas ukuran 2 gram diperjualbelikan pada posisi Rp5.533.000 dengan nilai buyback Rp4.981.000.

Untuk ukuran 3 gram, banderol lepas tercatat Rp8.274.000 dan buyback Rp7.471.000.

Pada kelas menengah, emas Antam ukuran 5 gram dihargai Rp13.754.000 dengan nilai buyback Rp12.452.000.

Adapun emas 10 gram dilego Rp27.451.000 dan mempunyai nilai buyback Rp24.905.000.

Banderol emas ukuran besar pun bergerak sejalan dengan kenaikan pasar.

Emas Antam 25 gram dilepas Rp68.497.000 dengan nilai buyback Rp61.958.000.

Sementara emas ukuran 50 gram dipasarkan Rp136.911.000 dengan nilai buyback Rp123.917.000.

Untuk ukuran 100 gram, banderol lepas mencapai Rp273.741.000 dan nilai buyback berada di posisi Rp247.835.000.

Kendati begitu, pihaknya mencatat persediaan emas Antam ukuran besar mulai 250 gram hingga 1.000 gram belum hadir pada transaksi hari ini.

Peninggian banderol emas ini menjadi sinyal menggembirakan bagi pemegang logam mulia yang telah menanamkan modal sejak tempo hari.

Akan tetapi bagi calon pemohon beli, laju banderol tetap wajib diperhatikan lantaran dipengaruhi bermacam faktor, mulai dari harga emas internasional, nilai tukar rupiah, hingga situasi ekonomi global.

Reporter: Moch Febrianto