Pembiayaan Program Pemerintah Dongkrak Kinerja BNI Bersama Pihak Agrinas

Pembiayaan Program Pemerintah Dongkrak Kinerja BNI (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:46 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) alias BNI membukukan pertumbuhan pembiayaan yang tinggi pada semester I/2026.

Salah satu elemen yang ikut menunjang ekspansi tersebut berasal dari penuangan kredit program pemerintah melalui Agrinas yang masuk ke segmen wholesale perseroan.

Berdasarkan publikasi kinerja semester I 2026, keseluruhan kredit BNI tembus Rp968,5 triliun pada Juni 2026, melambung Rp190 triliun ketimbang masa yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh 24,4% secara tahunan.

Dalam ekspansi tersebut, pinjaman program berpenampilan eksposur sovereign melalui Agrinas tercatat menjadi salah satu komponen dalam pemekaran segmen enterprise.

BNI mencatat penyaluran pinjaman kepada segmen enterprise terangkat Rp56,1 triliun hingga Juni 2026.

Dari nominal tersebut, Agrinas menjadi bagian dari rencana ekspansi pada segmen wholesale yang mencakup korporasi dan enterprise.

Selain menggenjot pertumbuhan pinjaman, peningkatan relasi dengan segmen wholesale juga memberi dampak terhadap pengumpulan dana dan pendapatan nonbunga.

Segmen wholesale BNI mencetak pertumbuhan dana pihak ketiga hingga 39% secara tahunan, sementara penerimaan berbasis komisi naik 24% pada semester I/2026.

Meskipun ekspansi pinjaman meningkat, BNI tetap mempertahankan kualitas aset.

Perseroan mencatat rasio loan at risk (LaR) kian membaik menjadi 8,1% pada Juni 2026 dari 11% pada periode serupa tahun sebelumnya, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada tingkat 1,9%.

Keikutsertaan kredit program dengan asistensi pemerintah juga menjadi fokus seiring dengan meningkatnya peran bank BUMN dalam menopang agenda pembangunan.

Tantangannya yaitu memastikan penyaluran dana pembiayaan tetap produktif sekaligus merawat kualitas pembiayaan dalam jangka panjang.

Reporter: Moch Febrianto