Update Harga Pangan 8 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 59.650/Kg

Update Harga Pangan 8 Agustus 2026 (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:44:52 WIB

JAKARTA - Nilai komoditas pangan layaknya bahan cabai rawit merah menyentuh Rp 59.650 per kilogram (Kg) pada Sabtu, (8/8/2026) pkl 10.40 WIB.

Sementara itu, patokan telur ayam menyentuh Rp 29.450 per kg.

Hal tersebut diperlihatkan oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang diampu Bank Indonesia, dikutip dari Antara, Sabtu pekan ini.

Selain itu, patokan cabai merah besar menyentuh Rp 49.900 per kg, cabai merah keriting Rp 50.400 per kg dan cabai rawit hijau menyentuh Rp 50.600 per kg.

Di samping itu, patokan komoditas di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yakni bawang merah menyentuh Rp 39.550 per kg serta bawang putih Rp 41.050 per kg.

Di sisi lain, beras kelas bawah I di angka Rp14.800 per kg, beras kelas bawah II Rp 14.600 per kg.

Sedangkan beras kelas medium I Rp 16.450 per kg, dan beras kelas medium II di angka Rp 16.250 per kg.

Selanjutnya, beras kelas super I di angka Rp 17.750 per kg, serta beras kelas super II Rp 17.200 per kg.

Lalu, daging ayam ras segar Rp 40.050 per kg, daging sapi kelas I Rp 151.750 per kg, daging sapi kelas II di angka Rp 143.050 per kg.

Banderol barang kebutuhan berikutnya yaitu gula pasir kelas premium terdata Rp 20.300 per kg, gula pasir lokal Rp 19.150 per kg.

Bukan cuma itu, minyak goreng curah di angka Rp 20.450 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di angka Rp 24.450 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di angka Rp 23.500 per liter.

Satu waktu sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberi nasihat kepada pengusaha terkait imbas dari konflik bersenjata yang berlangsung mulai kawasan Eropa hingga Timur Tengah.

Menurut pendapatnya, meningkatnya suhu geopolitik global ikut berpengaruh langsung atas kenaikan patokan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo menyampaikan telah semenjak awal mengabarkan dunia bisnis terkait ancaman efek persengketaan tersebut, bahkan sejak dirinya baru menjabat selaku Kepala Negara.

"Kita masih menghadapi... yang waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya, saudara datang ke saya pun, di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning. Hati-hati, situasi dunia dan situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan," ungkap Prabowo dalam Pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia merangkum sederet pertikaian luas yang timbul di pelbagai wilayah dunia, seperti perselisihan Rusia dan Ukraina yang sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu, hingga dinamika di Timur Tengah yang turut mengikutsertakan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi geopolitik tersebut terbukti membawa dampak berarti bagi peningkatan patokan ragam komoditas vital yang dibutuhkan banyak negara, terkhusus di bidang energi serta pangan.

"Jutaan orang sudah menjadi korban. Kita baru menyadari bahwa perang di satu bagian bumi memiliki pengaruh ke mana-mana, terutama kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," tutur Presiden Prabowo.

Reporter: Moch Febrianto