Telkom Segera Lakukan Perampingan 34 Unit Usaha Menuju Holding Strategis

Telkom Segera Lakukan Perampingan 34 Unit Usaha (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:44:51 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) akan mengakselerasi perampingan entitas bisnis dengan memangkas 34 perusahaan.

Langkah tersebut ditempuh melalui pembentukan Strategic Holding Organization yang dijadwalkan selesai pada tahun 2027.

Saat ini Telkom mengelola 67 entitas yang terdiri dari 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas.

Sebagai langkah dari program streamlining, total 34 entitas dipangkas untuk membentuk organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria sudah melakukan diskusi bersama jajaran manajemen Telkom.

Fokus pembahasan meliputi implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline demi memperkuat tata kelola, sinergi bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang.

"Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar," tutur Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2028).

Menurutnya, transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya BP BUMN bersama Danantara dalam mendorong Telkom menjadi perusahaan digital nasional yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

"Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan," katanya.

Di samping penyederhanaan organisasi, Dony menuturkan, penguatan leadership pipeline pun menjadi salah satu fokus transformasi untuk memastikan Telkom mempunyai talenta kepemimpinan yang siap menghadapi dinamika industri digital.

"Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan mampu mempercepat inovasi serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia," tutupnya.

Reporter: Moch Febrianto