Proyek Kereta Api Trans-Sumatra dan Kalimantan Menhub Buka Investor

Proyek Kereta Api Trans-Sumatra (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:30:34 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pengembangan jaringan kereta api di Sumatra dan Kalimantan memerlukan kehadiran investor. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang menyiapkan peta jalan pengembangannya.

Dudy menyampaikan bahwa KAI telah menerima instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan proyek kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Ia berharap, setelah peta jalan selesai disusun, terdapat investor yang berminat untuk membiayai pengembangannya.

"Kita menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden, itu kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya nanti kemudian dari situ kita berharap bahwa ada investasi baik dalam negeri maupun luar negeri yang apa untuk menggarap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Sumbernya, Jumat (7/8/2026).

Ia menyadari adanya tantangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Proyek Trans-Sumatra dinilai relatif lebih mudah karena sebagian jalur kereta logistik yang dikelola KAI sudah tersedia. Sementara itu, proyek Trans-Kalimantan membutuhkan persiapan yang lebih mendasar.

"Kalau Trans-Sumatra kan sebagian sudah tersedia tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans-Kalimantan memang kita harus mulai dari nol," kata dia.

Mengenai calon investor, Dudy menyebut KAI berpeluang untuk mengembangkan lebih lanjut jalur kereta api logistik di Sumatra. Di sisi lain, investor baru masih terus dicari untuk ikut membangun jalur kereta Trans-Kalimantan.

Mengenai besaran anggaran, Dudy mengaku belum menghitung total investasi yang dibutuhkan untuk kedua proyek strategis tersebut. "Belum, belum. Kan kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka ya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sedang menjajaki peluang investor dari China hingga Rusia untuk membangun jalur kereta Trans Kalimantan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas konektivitas perkeretaapian nasional.

Dia berharap ada investasi yang masuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Rusia disebut pernah dijajaki pemerintah sebelumnya, sementara China menjadi salah satu tambahan negara yang dilirik.

"Belum, belum (kereta api di Kalimantan). Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki," ungkap Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dudy mengatakan, pengembangan kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan bergantung pada minat investor. Meskipun, sudah ada jalur KA logistik yang cukup bergerak di Sumatra.

"Tergantung investornya tentunya, mana yang menurut mereka lebih apa, feasible ya untuk mereka garap. Saya lihat sih sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya. Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat," beber dia.

Dia memastikan Badan Pengelola Investasi Danantara akan ikut terlibat, mengingat PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan bagian darinya. Meski begitu, Dudy belum memiliki hitungan bisnis dan investasi ke dua mega proyek tersebut.

"Kalau komunikasi sudah. Mereka pasti sedang- sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita ya," ujar Dudy.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal menjelaskan, fokus utama proyek ini adalah membangun pusat integrasi antarmoda yang aman, nyaman, dan mudah diakses, ketimbang sekadar berfokus pada kawasan Transit Oriented Development (TOD).

"Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman," kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal di sela Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat & Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Masa Bakti 2025-2028 di Jakarta, dikutip dari Sumbernya, Selasa (4/8/2026).

Risal menambahkan, titik-titik simpul transportasi baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik tiap daerah di Sumatra agar kelancaran perpindahan arus penumpang maupun barang dapat tercipta secara optimal.

"Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan, gitu. Saya bicara simpulnya nih, suatu simpul integrasi," jelas Risal.

REKOMENDASI JUDUL 2 Pengembangan Kereta Api Trans Sumatra Kalimantan Resmi Buka Investor

META DESKRIPSI 2 Pemerintah dan KAI tengah menyiapkan peta jalan pengembangan jalur kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan dengan membuka peluang investasi investor.

PARAFRASE ISI BERITA 2

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pembangunan jaringan jalur kereta api di Sumatra serta Kalimantan membutuhkan peran investor. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang merancang peta jalan pengembangannya.

Dudy mengutarakan bahwa KAI telah menerima tugas dari Presiden Prabowo Subianto guna menyiapkan proyek kereta Trans-Sumatra serta Trans-Kalimantan. Ia berharap, seusai peta jalan rampung dirancang, ada investor yang berminat menanamkan modal pengembangannya.

"Kita menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden, itu kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya nanti kemudian dari situ kita berharap bahwa ada investasi baik dalam negeri maupun luar negeri yang apa untuk menggarap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Sumbernya, Jumat (7/8/2026).

Ia memahami adanya tantangan dalam pengerjaan proyek tersebut. Proyek Trans-Sumatra dinilai relatif lebih mudah lantaran sebagian rute kereta logistik yang dikelola KAI telah tersedia. Sementara itu, proyek Trans-Kalimantan memerlukan persiapan dari tahap awal.

"Kalau Trans-Sumatra kan sebagian sudah tersedia tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans-Kalimantan memang kita harus mulai dari nol," kata dia.

Terkait calon investor, Dudy menyampaikan KAI berkesempatan guna mengembangkan lebih lanjut rute kereta api logistik di Sumatra. Di sisi lain, investor baru masih terus dicari guna ikut menggarap rute kereta Trans-Kalimantan.

Mengenai nilai anggaran, Dudy mengaku belum mengkalkulasi seluruh investasi yang dibutuhkan untuk dua proyek strategis tersebut. "Belum, belum. Kan kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka ya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah menjajaki potensi investor dari China hingga Rusia untuk membangun rute kereta Trans Kalimantan. Langkah ini dilakukan guna memperluas keterhubungan perkeretaapian nasional.

Dia berharap ada investasi yang masuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Rusia disebut pernah dijajaki pemerintah sebelumnya, sedangkan China menjadi salah satu opsi negara yang dilirik.

"Belum, belum (kereta api di Kalimantan). Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki," ungkap Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dudy mengatakan, pembangunan kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra bakal bergantung pada minat investor. Walaupun, sudah terdapat rute KA logistik yang cukup aktif di Sumatra.

"Tergantung investornya tentunya, mana yang menurut mereka lebih apa, feasible ya untuk mereka garap. Saya lihat sih sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya. Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat," beber dia.

Dia memastikan Badan Pengelola Investasi Danantara bakal ikut terlibat, mengingat PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan bagian di dalamnya. Kendati demikian, Dudy belum memegang hitungan bisnis serta investasi untuk kedua mega proyek tersebut.

"Kalau komunikasi sudah. Mereka pasti sedang- sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita ya," ujar Dudy.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal memaparkan, fokus utama proyek ini yaitu mendirikan pusat integrasi antarmoda yang aman, nyaman, serta gampang diakses, ketimbang cuma berfokus pada area Transit Oriented Development (TOD).

"Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman," kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal di sela Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat & Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Masa Bakti 2025-2028 di Jakarta, dikutip dari Sumbernya, Selasa (4/8/2026).

Risal menambahkan, titik simpul transportasi baru tersebut bakal disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter tiap wilayah di Sumatra supaya kelancaran perpindahan arus penumpang maupun barang dapat tercipta secara maksimal.

"Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan, gitu. Saya bicara simpulnya nih, suatu simpul integrasi," jelas Risal.

Reporter: Moch Febrianto