Rincian Terbaru Banderol Emas Antam Pegadaian Hari Ini Kamis 6 Agustus 2026

Rincian Terbaru Banderol Emas Antam (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:57 WIB

JAKARTA - Banderol emas Antam hari ini, Kamis (6/8/2026), di Pegadaian teridentifikasi merangkak naik bila dibandingkan sesi transaksi sebelumnya pada Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan catatan termutakhir Galeri 24 Pegadaian, nilai jual emas Antam pecahan 1 gram terangkat Rp 27.000, dari Rp 2.708.000 menjadi Rp 2.735.000 per gram.

Di sisi lain, patokan buyback emas Antam juga turut terkatrol menuju level Rp 2.419.000 per gram.

Banderol emas Antam varian 0,5 gram merangkak Rp 14.000 menuju Rp 1.420.000.

Sementara itu angka buyback terangkat menjadi Rp 1.209.000.

Mengenai pecahan lainnya, patokan emas Antam 2 gram melonjak Rp 54.000 menjadi Rp 5.406.000, sedangkan patokan buyback berada di angka Rp 4.838.000.

Emas Antam pecahan 3 gram dilepas di angka Rp 8.083.000 atau merangkak Rp 81.000 bila dibandingkan hari kemarin.

Di sisi lain, nilai buyback bertengger di posisi Rp 7.258.000.

Mengenai pecahan menengah, patokan emas Antam 5 gram berada di angka Rp 13.437.000, terangkat Rp 135.000 dari sesi transaksi sebelumnya.

Sementara itu angka buyback teridentifikasi Rp 12.097.000.

Di saat bersamaan, emas Antam pecahan 10 gram dilepas dengan patokan Rp 26.817.000, terangkat Rp 270.000, sedangkan patokan buyback bertengger di posisi Rp 24.194.000.

Pegadaian turut mencatat patokan emas Antam pecahan 25 gram di kisaran Rp 66.911.000, terangkat Rp 675.000 bila dibandingkan hari kemarin.

Sementara itu angka buyback bertengger pada level Rp 60.187.000.

Pecahan emas Antam 250 gram, 500 gram, serta 1.000 gram masih belum dijumpai dalam penyesuaian nilai hari ini.

Banderol emas Antam hari ini di Pegadaian

Berikut rincian patokan emas Antam di Pegadaian per Kamis (6/8/2026):

Banderol emas Antam di Pegadaian

Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.420.000

Emas Antam 1 gram: Rp 2.735.000

Emas Antam 2 gram: Rp 5.406.000

Emas Antam 3 gram: Rp 8.083.000

Emas Antam 5 gram: Rp 13.437.000

Emas Antam 10 gram: Rp 26.817.000

Emas Antam 25 gram: Rp 66.911.000

Emas Antam 50 gram: Rp 133.739.000

Emas Antam 100 gram: Rp 267.397.000

Banderol buyback emas Antam di Pegadaian

Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.209.000

Emas Antam 1 gram: Rp 2.419.000

Emas Antam 2 gram: Rp 4.838.000

Emas Antam 3 gram: Rp 7.258.000

Emas Antam 5 gram: Rp 12.097.000

Emas Antam 10 gram: Rp 24.194.000

Emas Antam 25 gram: Rp 60.187.000

Emas Antam 50 gram: Rp 120.375.000

Emas Antam 100 gram: Rp 240.751.000

Banderol emas dunia

Di bursa internasional, patokan emas dunia meneruskan tren penguatannya dan ditransaksikan pada kisaran 4.287,28 dollar AS per ons pada Kamis (6/8/2026) pagi.

Merujuk data Trading Economics, patokan emas menanjak kisaran 0,94 persen secara harian dan sudah menguat 2,46 persen sepanjang bulan ini.

Dalam periode setahun terakhir, patokan logam mulia ini telah mengangkasa kisaran 26,67 persen.

Lonjakan patokan emas dipicu oleh melesunya kondisi tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Keadaan tersebut memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak bakal terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga.

Publikasi ADP Employment memperlihatkan sektor swasta AS cuma menambah 44.000 lowongan kerja pada Juli, berada jauh di bawah perkiraan bursa setinggi 70.000.

Catatan tersebut mendorong para pelaku bursa menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Di samping itu, menyusutnya ketegangan geopolitik ikut menyokong patokan emas.

Presiden AS, Donald Trump menyampaikan Amerika Serikat dan Iran telah menyelenggarakan "diskusi yang sangat baik".

Gara-gara hal itu meningkatkan asa terhadap tercapainya kesepakatan guna mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung selama lima bulan.

Prospek membaiknya suplai energi dari kawasan Timur Tengah juga membuat patokan minyak anjlok kisaran 10 persen dalam sepekan.

Kerosotan patokan minyak mendinginkan kekhawatiran inflasi sehingga menekan ekspektasi pengetatan arah kebijakan moneter lebih jauh dari Sumbernya.

Walaupun demikian, kans kenaikan suku bunga AS belum sepenuhnya lenyap.

Pelaku bursa masih memperkirakan terdapat kisaran 57 persen kans The Fed menaikkan suku bunga pada September, walau merosot dari 67 persen sehari sebelumnya.

Di saat bersamaan, Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeff Schmid, menganggap imbuhan pengetatan arah kebijakan moneter masih mungkin dibutuhkan guna memulihkan inflasi ke target 2 persen.

Reporter: Moch Febrianto