Prediksi Harga Emas Hari Ini Peluang Tren Naik Diperkirakan Berlanjut
JAKARTA - Nilai emas dunia (XAU/USD) diperhitungkan masih berpeluang meneruskan arah peningkatan pada sesi perdagangan Kamis (6/8/2026).
Pemeriksaan dari Sumbernya menunjukkan dorongan bullish kian kuat usai harga sukses keluar dari rentang konsolidasi yang berlangsung cukup lama.
Analis dari Sumbernya Geraldo Kofit menyampaikan, sejumlah penanda teknikal mengindikasikan pembeli masih menguasai pasar sehingga peluang penguatan menuju area resistance yang lebih tinggi tetap terbuka selama tidak timbul pergeseran sentimen yang penting dari sudut pandang dasar.
Dalam pengamatan teknikal dari Sumbernya, pergerakan nilai emas pada jangka harian (daily) memperlihatkan hasil yang positif.
Harga sukses melakukan breakout dari tahap sideways sekaligus lepas dari pola Bullish Pennant yang sebelumnya menjadi area konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Menurut Geraldo, keberhasilan breakout tersebut menjadi petunjuk tren peningkatan sebelumnya kembali berjalan dengan dorongan yang lebih kuat.
"Keluarnya harga dari pola Bullish Pennant umumnya menjadi salah satu indikator kelanjutan tren (continuation pattern). Artinya, setelah sempat bergerak dalam rentang yang lebih sempit, tekanan beli kembali meningkat sehingga membuka ruang bagi harga emas (XAU/USD) untuk melanjutkan reli menuju level resistance yang lebih tinggi," kata Geraldo dalam perhitungannya.
Ia menyampaikan, kondisi tersebut memperlihatkan keyakinan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan emas masih tetap terjaga.
Selain breakout dari pola Bullish Pennant, dari Sumbernya juga mengamati terbentuknya pola Double Bottom yang dianggap semakin memperkuat petunjuk bullish pada pergerakan emas.
Pola tersebut merupakan salah satu bentuk pembalikan arah yang mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali memegang kendali pasar.
Menurut dari Sumbernya, perpaduan antara breakout dari pola Bullish Pennant dan kepastian Double Bottom menjadi tumpuan teknikal yang kokoh untuk mendukung kelanjutan tren naik dalam beberapa putaran perdagangan ke depan.
Berdasarkan perkiraan teknikal dari Sumbernya, sasaran kenaikan terdekat berada di tingkat resistance 4.354.
Tingkat tersebut dianggap menjadi area penting yang bakal menentukan apakah dorongan bullish masih sanggup berlanjut.
Jika tekanan beli tetap konsisten dan harga sukses menembus resistance tersebut dengan volume yang memadai, kesempatan kenaikan diperkirakan terbuka menuju area 4.483 sebagai sasaran resistance berikutnya.
Kendati gambaran teknikal dianggap positif, dari Sumbernya mengingatkan pedagang dan pemodal tetap perlu mewaspadai potensi gejolak harga yang dapat hadir sewaktu-waktu.
Pergerakan harga yang cepat kerap diikuti tindakan mengambil keuntungan (profit taking) dalam jangka pendek.
Oleh karena itu, pengelolaan risiko dianggap tetap menjadi bagian penting dalam menyusun taktik perdagangan, terutama saat harga mulai mendekati area resistance utama.
Dari sudut dasar, dari Sumbernya menilai pergerakan nilai emas pada sesi perdagangan Asia masih berpotensi bergerak bervariasi karena dipengaruhi dua pandangan yang saling berlawanan.
Di satu sisi, keyakinan terhadap perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran dianggap dapat mengurangi kebutuhan pemodal terhadap aset aman.
Jika langkah diplomasi menunjukkan hasil yang kian positif, sebagian pelaku pasar berpotensi memindahkan dana ke aset berisiko yang menawarkan potensi hasil lebih tinggi.
Namun di sisi lain, penurunan dolar AS masih menjadi unsur yang menopang harga emas.
Menurut dari Sumbernya, nilai tukar dolar AS yang bertahan di dekat tingkat terendah dalam beberapa pekan terakhir membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pemodal yang memakai mata uang lain.
Keadaan tersebut berpotensi menaikkan permintaan terhadap logam mulia sekaligus menjaga dorongan kenaikan yang telah terbentuk dari sisi teknikal.
Selain perkembangan politik luar negeri dan pergerakan dolar AS, perhatian pasar juga masih terarah pada arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Menurut dari Sumbernya, setiap petunjuk yang mengarah pada kebijakan moneter yang lebih melonggar dapat menjadi pemicu tambahan bagi harga emas.
Sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketahanan yang kuat sehingga memperkecil kesempatan penurunan suku bunga, maka penguatan emas berpotensi menjadi lebih terbatas.
Pemodal juga diperkirakan bakal terus mengamati beraneka penanda ekonomi AS yang dapat memberikan petunjuk mengenai langkah The Fed pada pertemuan berikutnya.
Pergeseran harapan terhadap suku bunga dianggap kerap menjadi unsur utama yang memengaruhi pergerakan dolar AS, hasil obligasi pemerintah AS, serta harga emas di pasar dunia.
Secara keseluruhan, dari Sumbernya memproyeksikan gambaran harga emas masih berada dalam jalur bullish.
Keberhasilan breakout dari tahap sideways, kepastian pola Bullish Pennant, serta terbentuknya Double Bottom, dianggap memperkuat kesempatan kenaikan menuju resistance 4.354 dan berpotensi berlanjut hingga 4.483 jika dorongan beli tetap terjaga.
Meskipun demikian, pemodal disarankan tetap mengawasi perkembangan diplomasi politik luar negeri, pergerakan dolar AS, dan kebijakan The Fed karena ketiga unsur tersebut masih bakal menjadi penentu utama arah harga emas dalam jangka pendek hingga menengah.