Rupiah Tembus Rp17.933 per Dolar AS Pasca Pengumuman Pertumbuhan PDB
JAKARTA - Nilai tukar rupiah melonjak drastis pada pertengahan pekan ini usai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan kedua 2026.
Rabu (5/8), kurs rupiah pada pasar spot melonjak Rp 94 atau 0,52% menjadi Rp 17.933 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor melonjak Rp 100 atau 0,55% menjadi Rp 17.937 per dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan kedua mencapai 5,29% secara tahunan.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebesar 5,14% dalam survei Bloomberg.
Konsumsi rumah tangga yang menyumbang melebihi separuh perekonomian Indonesia tetap menjadi pendorong pertumbuhan utama, walaupun pertumbuhannya melambat menjadi 5,06% secara tahunan.
Sedangkan konsumsi pemerintah naik 15,97% secara tahunan.
Kenaikan rupiah ini seirama dengan pergerakan sebagian besar mata uang Asia.
Peso Filipina memimpin kenaikan sebesar 0,70%.
Dolar Taiwan melonjak 0,50%.
Baht Thailand melonjak 0,35%.
Won Korea melonjak 0,34%.
Rupee India melonjak 0,27%.
Yen Jepang melonjak 0,15%.
Ringgit Malaysia melonjak 0,06%.
Dolar Singapura melonjak 0,03%.
Dua mata uang Asia merosot terhadap dolar AS.
Yuan China merosot 0,03%.
Sementara dolar Hong Kong merosot tipis 0,006% terhadap the greenback.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini merosot 0,14% menjadi 99,71.
Indeks dolar telah merosot tiga hari berturut-turut.
Indeks dolar bahkan bergerak di bawah tingkat 100 dalam lima tahun terakhir.