Menteri PKP Beri Apresiasi BTN Menjadi Pemimpin Pembiayaan Rumah Subsidix
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN kembali menduduki posisi sebagai penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi paling besar di Tanah Air.
Prestasi ini memperoleh sanjungan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada kegiatan Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa BTN tetap memimpin sebagai perbankan dengan angka penyaluran pembiayaan hunian subsidi paling tinggi di Indonesia.
"Dapat saya sampaikan kepada Pak Presiden, mengenai rumah subsidi BTN merupakan yang paling teratas (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon," kata Maruarar dikutip Rabu (5/8/2026).
Pada acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok warga.
Oleh sebab itu, pemerintah mendorong seluruh pihak terkait untuk mempererat kerja sama supaya kian banyak warga dapat memperoleh tempat tinggal yang pantas serta murah.
Saat penyelenggaraan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tersebut, BTN tercatat sebagai perbankan yang membawa peserta paling banyak.
Jumlah 30.203 nasabah BTN menyertai akad secara tatap muka maupun melalui jaringan internet dari bermacam wilayah di Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa penghargaan itu menjadi pendorong bagi perusahaan untuk senantiasa melaksanakan tugas sebagai pimpinan pembiayaan perumahan di tingkat nasional.
Berdasarkan penuturan Nixon, sampai 29 Juli 2026 BTN sukses menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, paling unggul di antara perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mengalirkan 28.282 unit, sehingga gabungan BTN dan BSN telah membiayai 84.048 unit hunian bersubsidi sepanjang 2026.
Bukan cuma memperluas pembiayaan bagi masyarakat, BTN turut memperkuat sektor ketersediaan hunian lewat pengucuran Kredit Program Perumahan (KPP).
Hingga 29 Juli 2026, pencapaian KPP BTN sudah menyentuh kisaran Rp4,39 triliun demi menopang pengembang, kontraktor, toko material bangunan, hingga pelaku bisnis di rantai pasok perumahan.
BTN juga konsisten mematangkan fasilitas digital lewat balé Properti yang memudahkan warga menelusuri rumah, mensimulasikan angsuran, hingga mendaftarkan KPR dalam satu aplikasi terpadu.
Momen Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 ini menjadi agenda terbesar semenjak awal digelar.
Berdasarkan data dari Sumbernya, perhelatan ini mengikutsertakan 62.710 nasabah di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi sebagai upaya pendorongan Program 3 Juta Rumah.