Pergerakan Kurs Rupiah atas Dolar AS Hari Ini Rabu Tanggal 5 Agustus 2026
JAKARTA - Posisi penukaran rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melaju dinamis dengan arah menurun pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan laporan dari Sumbernya, pada penutupan sesi Selasa (4/8/2026), rupiah terkoreksi 0,17% berada di level Rp18.027 per dolar AS.
Pada momen senada, indeks dolar AS (DXY) mengalami kenaikan 0,10% berada pada posisi 99,99.
Analis dari Sumbernya Lukman Leong menilai lonjakan dolar AS terjadi sesudah data kegiatan manufaktur AS mencatatkan performa yang melampaui estimasi, sehingga kembali memicu optimisme terkait arah ekonomi AS.
"Rupiah ditutup melemah ke level Rp18.027 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data aktivitas manufaktur AS dirilis lebih kuat dari perkiraan," terangnya, Selasa (4/8/2026).
Selain pengaruh kondisi ekonomi AS, persepsi pasar juga terpengaruh oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di area Timur Tengah.
Kondisi ini terjadi pascabantahan Iran atas klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana negosiasi damai.
Dari dalam negeri, para investor juga memilih bertindak cermat menjelang penayangan laporan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2026 yang dijadwalkan meluncur Rabu ini.
Pasar memprediksi tempo pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan mereda bila dibandingkan masa sebelumnya, sehingga berpotensi berdampak pada pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Sementara itu, atensi para pemodal pada aktivitas jual beli hari ini pun tertuju pada rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat.
Data itu bakal menjadi salah satu indikator yang diamati pasar demi mengukur daya tahan pasar tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Lukman memprediksi dinamika rupiah pada perdagangan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh gabungan sentimen global maupun domestik.
Nilai rupiah diperkirakan merayap di rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS, dengan fokus investor terus tertambat pada data ekonomi Indonesia serta Amerika Serikat.