Pagar 3 Meter Mengelilingi Menara BNI, Pihak Manajemen Beri Respons
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akhirnya memberikan tanggapan mengenai perhatian masyarakat terhadap pemancangan pagar tinggi di sekeliling Kompleks Menara BNI di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, membantah desas-desus yang menyebutkan pendirian pagar dilakukan secara mendadak guna mengantisipasi aksi unjuk rasa.
"Pembangunan pagar bukan merupakan kebijakan yang diambil sebagai respons terhadap isu yang berkembang belakangan ini, melainkan bagian dari program yang telah direncanakan perusahaan sebelumnya," kata Okki dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2026).
Pemasangan penghalang tersebut murni menjadi bagian dari agenda perapian kawasan dan langkah meningkatkan kenyamanan serta ketertiban lingkungan korporasi.
Okki menerangkan, agenda perapian di wilayah gedung ini sejatinya telah dirancang sejak tahun 2025 silam.
Akan tetapi, pelaksanaan pembuatannya memang baru dijalankan pada tahun ini lantaran pihak perseroan wajib menyelesaikan bermacam tingkatan tata cara terlebih dahulu.
"Program ini telah direncanakan sejak pertengahan tahun 2025 dan direalisasikan pada tahun ini setelah seluruh tahapan perencanaan serta proses pengadaan diselesaikan sesuai mekanisme tata kelola perusahaan," kata Okki.
"Pelaksanaannya merupakan bagian dari program penataan kawasan operasional yang telah disusun perusahaan," sambung dia.
Okki menegaskan, atmosfer kerja yang aman serta nyaman sanggup mendongkrak mutu pelayanan bagi masyarakat.
Direksi PT BNI hendak mendahulukan segi kenyamanan dan kerapian sarana kegiatan yang bakal terus ditinjau ulang.
"BNI secara berkala melakukan evaluasi terhadap aspek kenyamanan dan ketertiban pada seluruh fasilitas operasional sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko perusahaan," jelas Okki.
Walaupun saat ini zona luar Menara BNI Pejompongan telah dilingkupi pagar dan terlihat lebih tertutup, Okki menjamin kondisi itu tidak bakal memberi dampak buruk terhadap aktivitas di dalam kantor.
Termasuk, jalan masuk warga untuk melangkah ke dalam wilayah kantor pun dipastikan tetap terbuka tanpa terdapat pembatasan spesifik.
"Seluruh operasional dan layanan BNI tetap berjalan normal. Masyarakat dan nasabah tetap dapat mengakses seluruh layanan BNI seperti biasa," tutup Okki.
Berdasarkan pengamatan dari Sumbernya di lokasi pada Senin (3/7/2026), penghalang berwarna emas setinggi sekitar 3 meter terpasang membentang mengelilingi zona Menara BNI.
Wilayah taman yang dulunya berdampingan langsung dengan trotoar tempat pejalan kaki di samping jalan umum, saat ini pemandangannya terhalang oleh pembatas tersebut.
Pembatas itu terpasang melingkari area gedung, berawal dari area muka yang berada di tepi Jalan Pejompongan Raya hingga tepi samping di area Jalan Pejompongan IV dan Jalan Pejompongan V.
Gedung Menara BNI yang khas dengan desain bangunan kaca melengkung berwarna biru ini pun sekarang terhalang di bagian bawahnya.
Pagar juga dipasang mengitari zona plaza tempat berdirinya patung burung Garuda besar.
Walau terhalang pagar, tetap disediakan celah dan tangga kecil untuk jalur menuju monumen Garuda tersebut maupun supaya para tamu dapat duduk di tepi trotoar
Di sepanjang pagar yang saling terhubung itu, kini dipasang bermacam spanduk perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Fadil (37), seorang penjaja makanan pedagang kaki lima yang setiap hari berdagang di area trotoar dekat Menara BNI, mengaku teringat jelas rentetan kejadian menakutkan pada Agustus tahun lalu.
"Tahun lalu emang di sini dulu (ricuhnya), soalnya dari DPR pada larinya ke sini, sampai pada loncat kan ke rel kereta. Makanya itu kali dibikin pagar," ucap Fadil.
Fadil bahkan mengungkapkan dirinya menyaksikan langsung titik tepat di depan Menara BNI menjadi lokasi aparat menembakkan gas air mata untuk melepaskan kerumunan demonstran.
"Kan mereka (massa) lari ke arah Benhil (Bendungan Hilir), polisinya ngeluarin (gas air mata) dari sini, depan menara, ke arah Benhil," ujarnya.
Wilayah ini pula menjadi saksi bisu peristiwa berdarah pada aksi unjuk rasa tersebut.
Kira-kira 200 meter dari area Menara BNI, seorang penarik ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis (rantis) kepunyaan Brimob Polri di tengah kekacauan aksi unjuk rasa tersebut.