Penurunan Harga Emas dan Cabai Picu Deflasi Indonesia Sebesar 0,14%

Penurunan Harga Emas dan Cabai (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:22:51 WIB

JAKARTA - Otoritas data nasional mencatat hadirnya deflasi sebesar 0,14% secara bulanan sepanjang Juli 2026.

Kategori barang makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama munculnya deflasi selama Juli 2026.

Ateng memaparkan komoditas bawang merah, cabai merah, hingga cabai rawit yang mengalami penurunan harga menjadi pemicu deflasi.

Menurut penjelasannya, harga yang semakin terjangkau terjadi lantaran beberapa barang pangan tersebut tengah berada di musim panen sehingga stok melimpah.

Namun demikian, tingkat daya beli atau permintaan tercatat masih berada di angka stabil.

"Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini yaitu bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,11% cabai merah dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06%. Telur ayam ras dan tomat dengan ambil deflasi sebesar 0,03% dan serta juga jeruk dengan andil deflasi sebesar 0,02%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

"Ketika ada suplai yang relatif banyak kemudian demand-nya itu masih stabil maka otomatis akan terjadi deflasi," tambahnya.

Ateng memilah adanya pertumbuhan hasil komoditas hortikultura bilamana dibandingkan dengan kurun waktu bulan sebelumnya.

Tambahan pasokan ini umumnya disebabkan sudah dimulainya masa panen pada wilayah pusat produksi di Pulau Jawa.

"Misalnya, untuk bawang merah, peningkatan produksi terjadi di Kabupaten Malang di Jawa Timur, Kabupaten Brebes di Jawa Tengah, Dan juga Kabupaten Kendal di Jawa Tengah," imbuh Ateng.

Selain dari kategori makanan, minuman, dan tembakau, kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya juga menyumbang deflasi.

Deflasi pada sektor pemeliharaan diri dan jasa lainnya terutama dipicu oleh penurunan nilai emas perhiasan senilai 3,58% serta menyumbang deflasi sebesar 0,08%.

"Jika melihat dinamika dalam 3 bulan terakhir, harga emas mengalami tren penurunan walaupun di level harganya masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga emas pada tahun yang lalu," tambah Ateng.

Reporter: Moch Febrianto