Harga Emas Dunia Turun Tipis Akibat Inflasi dan Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Turun Tipis (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:22:50 WIB

NEW YORK - Nilai jual emas global mengalami penurunan tipis saat penutupan transaksi Senin (3/8/2026) waktu setempat atau Selasa (4/8/2026) pagi WIB, di tengah ketidakjelasan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan melonjaknya ketakutan atas kenaikan inflasi.

Disamping itu, para investor juga sedang menunggu jajaran data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) minggu ini guna mendapatkan petunjuk atas kebijakan tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan laporan Reuters, nilai emas pasar spot merosot 0,3 persen menuju posisi 4.030,34 dollar AS per ons.

Sedangkan nilai kontrak emas berjangka AS bagi pengiriman Agustus merosot 0,4 persen ke posisi 4.090,50 dollar AS per ons.

Pengamat Marex Edward Meir mengungkapkan nilai emas tetap bergerak di area yang cenderung sempit selama lebih dari satu bulan belakangan, yaitu di kisaran 4.000-4.200 dollar AS per ons.

"Penopangnya adalah ekspektasi pasar bahwa inflasi dapat kembali meningkat, terutama pada Juli ketika data terbaru kemungkinan akan membalikkan sebagian besar penurunan inflasi pada Juni," ujar Meir.

Kepanikan terhadap tingkat inflasi kembali menguat usai tiga petinggi The Fed yang minggu lalu tidak sependapat dalam pertemuan kebijakan, menyampaikan bahwa penundaan kenaikan tingkat suku bunga berpotensi menyebabkan inflasi terus berada di atas sasaran 2 persen bank sentral.

Pemimpin Federal Reserve Bank of New York John Williams turut menekankan bank sentral bersiap menaikkan kembali tingkat suku bunga seandainya tekanan inflasi tak kunjung surut.

Di sisi berbeda, nilai minyak yang melonjak akibat kian memanasnya pertempuran antara AS dan Iran ikut memperkuat dugaan bahwa tingkat suku bunga bakal bertahan tinggi dalam durasi lebih panjang.

Selama Juli, nilai minyak Brent sudah melonjak melebihi 20 persen usai pertempuran kembali meluap, serta aksi serangan terhadap beberapa kapal tanker di kawasan Oman turut meningkatkan ketakutan terkait keamanan.

Tingkat suku bunga yang terus tinggi umumnya menjadi pertanda negatif untuk emas sebab logam mulia itu tidak memberikan imbal hasil.

Di samping itu, keraguan geopolitik masih terus bergulir.

Iran pada Senin menyampaikan tidak ada diskusi yang sedang berjalan maupun agenda pertemuan bersama AS.

Keterangan tersebut bertentangan dibanding klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengutarakan diskusi bakal dilakukan sehingga menjadi pertimbangan penundaan serangan pada Iran.

Para investor saat ini menanti beberapa laporan tenaga kerja AS yang dirilis minggu ini, termasuk dokumen ketenagakerjaan ADP dan data nonfarm payrolls, demi memperoleh gambaran lanjutan mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sementara pada pasar logam mulia lain, nilai perak spot tidak bergerak pada posisi 57,63 dollar AS per ons.

Lalu nilai platinum melorot 1,6 persen menuju 1.615,25 dollar AS per ons dan palladium merosot 1,7 persen ke level 1.252,62 dollar AS per ons.

Reporter: Moch Febrianto