Kejagung Janji Beberkan Sosok Pemilik Emas 74 Kg Kasus Febrie di Sidang
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) berikrar bakal membongkar identitas pemegang emas seberat 74 kilogram dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada sidang perkara tersebut.
“Semua itu nanti akan kita buktikan di persidangan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).
Anang menjelaskan, Kejagung menerapkan sikap terbuka pada proses hukum korupsi tersebut.
Tetapi, menurut Anang, sejumlah detail perkara, termasuk pemegang aset belum dapat diungkapkan kepada umum demi kelancaran pemeriksaan.
“Kita sudah sangat terbuka. Namun demikian, ada beberapa hal yang penyidik tidak bisa terbuka karena alasan untuk kepentingan kelancaran dari proses penyidikan supaya tidak kesulitan," ujarnya.
Adapun pihak polisi menemukan brankas rahasia di dalam dinding ketika menggeledah rumah mewah pada kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saat dibongkar, brankas itu menyimpan tujuh koper berisi emas batang hingga tumpukan uang dolar.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper," kata Kortas Tipidkor Mabes Polri Irjen Pol Totok Suharyanto di lokasi, Kamis (9/7/2026).
Totok membeberkan, penyidik mendapati 74 kilogram emas batang, 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dolar Singapura (SGD), serta uang kontan senilai Rp 100 juta.
"Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," ujar Totok.
Selain emas dan uang, penyidik ikut menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, hingga foto keluarga yang diduga berhubungan dengan pemilik tempat tinggal ataupun pemilik barang yang tersimpan dalam brankas tersebut.
Febrie Adriansyah sendiri telah berstatus tersangka atas perkara dugaan TPPU.
Kejagung menyebutkan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Febrie berkaitan atas kedudukannya sebagai jaksa dan pejabat struktural di lingkungan Korps Adhyaksa.