Rupiah Berhasil Menguat Tembus Rp17.977 per Dolar AS Pada Perdagangan Sore
JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah mengakhiri sesi perdagangan di posisi Rp17.977 per dolar AS pada hari Senin (3/8).
Mata uang Indonesia tersebut naik sebesar 25 poin atau setara 0,14 persen apabila dibandingkan dengan angka penutupan perdagangan sebelumnya.
Tren kenaikan rupiah seiring sejalan dengan sebagian besar mata uang di kawasan Asia yang juga bergerak pada zona hijau di hadapan dolar AS.
Peso Filipina tercatat melaju 0,54 persen, yen Jepang terangkat 0,40 persen, won Korea Selatan mengalami apresiasi 0,51 persen, dolar Singapura terangkat 0,04 persen, serta dolar Hong Kong terpantau relatif konstan.
Di pihak lain, yuan China mengalami penurunan 0,05 persen dan ringgit Malaysia mengalami depresiasi 0,24 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, dinamika nilai tukar mata uang utama dari negara-negara maju cenderung menunjukkan pergerakan yang beragam.
Euro Eropa tercatat melemah 0,03 persen, poundsterling Inggris terkikis 0,18 persen, serta dolar Australia terdevaluasi 0,09 persen.
Dolar Kanada bersama franc Swiss turut masing-masing menyusut sebesar 0,13 persen dan 0,14 persen di hadapan dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa lonjakan rupiah dipicu oleh penurunan nilai dolar AS di tengah melambungnya ekspektasi perdamaian pada kawasan Timur Tengah.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS umumnya didukung oleh pelemahan dolar sendiri seiring harapan damai di Timur Tengah," ujar Lukman dari Sumbernya.
Dia menuturkan, untuk faktor dalam negeri, deretan indikator ekonomi yang dipublikasikan memunculkan sinyal yang bervariasi bagi pergerakan mata uang rupiah.
"Dari domestik, rilis data ekonomi memberikan gambaran beragam. Inflasi yang menurun turut mendukung rupiah, namun neraca perdagangan yang kembali mengalami defisit menekan rupiah," ujar Lukman.