Prospek Pergerakan Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Masih Bergejolak!

Prospek Pergerakan Harga Emas (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 03 Agustus 2026 | 11:00:31 WIB

JAKARTA - Arah pergerakan harga logam mulia diperkirakan belum akan berada dalam kondisi yang benar-benar stabil pada transaksi pekan depan.

Kombinasi dari melonjaknya ketegangan geopolitik Timur Tengah, ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), hingga tingginya animo investor terhadap instrumen safe haven diproyeksikan tetap menjadi penggerak utama harga emas.

Pakar mata uang dan komoditas dari Sumbernya menilai kesempatan bagi harga emas untuk menguat masih terbuka.

Menurut dirinya, logam mulia bahkan memiliki potensi untuk menguji batas Rp2,72 juta per gram sebagai level resistance.

“Untuk logam mulia (emas) sendiri, kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia itu akan ditransaksikan di support Rp2.410.000 per gram, kemudian resistensinya di Rp2.720.000 per gram,” kata dari Sumbernya kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Dirinya menerangkan, secara teknis ruang pergerakan harga emas dalam jangka pendek pun masih terbilang cukup luas.

Batas support diprediksi berada pada Rp2.580.000 per gram, sementara batas resistance berada di sekitar Rp2.623.000 per gram.

“Nah secara jangka pendek, kemungkinan support-nya di Rp2.580.000 per gram, kemudian resistensinya di Rp 2.623.000 per gram,” jelas dirinya.

Sementara itu, laju harga emas Antam dalam sepekan terakhir menunjukkan pola yang masih berfluktuasi dengan kecenderungan terkoreksi.

Walau begitu, minat terhadap emas sebagai instrumen penyelamat nilai dinilai tetap tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik internasional.

Data pasar menunjukkan harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp9.000 per gram dalam satu minggu.

Harga yang pada Minggu (26/7/2026) tercatat Rp2.612.000 per gram, melorot menjadi Rp2.603.000 per gram pada Minggu (2/8/2026).

Di lain sisi, nilai buyback justru merangkak ke arah sebaliknya.

Harga pembelian kembali emas Antam naik sebesar Rp16.000 per gram, dari posisi Rp2.352.000 menjadi Rp2.368.000 pada kurun waktu yang sama.

Dengan berbagai sentimen global yang terus membayangi pasar, para pemodal diprediksi akan konsisten memperhatikan dinamika konflik geopolitik serta sinyal moneter AS yang dapat menentukan arah harga emas ke depan.

Reporter: Moch Febrianto