Pelemahan Rupiah Akibat Pengunduran Diri Gubernur BI Dan Sentimen Fed

Pelemahan Rupiah (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 28 Juli 2026 | 10:12:32 WIB

JAKARTA - Posisi mata uang rupiah terhadap dolar AS pada penutupan sesi perdagangan Senin, merosot 46 poin atau 0,26 persen menuju Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat bila dibandingkan penutupan hari sebelumnya pada level Rp 17.963 per dolar AS.

Angka Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah pada posisi Rp 17.995 per dolar AS dari posisi lampau sebesar Rp 17.973 per dolar AS.

Pengamat finansial Ibrahim Assuaibi menilai koreksi rupiah ini disebabkan oleh kombinasi faktor domestik maupun mancanegara.

Dari ranah domestik, sentimen negatif terpicu oleh mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti bakal memegang mandat sebagai Pejabat Gubernur Sementara sampai penetapan gubernur definitif.

Dari faktor luar negeri, menurut Ibrahim, terpengaruh oleh potensi peningkatan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Potensi kenaikan tetap terbatas karena sentimen pasar masih terikat pada narasi The Fed yang cenderung hawkish,” ucap Ibrahim, seperti dikutip dari Sumbernya di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Mengutip CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini memprediksi probabilitas 78 persen akan terjadi penyesuaian suku bunga pada bulan September 2026.

Sementara dalam pertemuan tanggal 28-29 Juli 2026, pihak The Fed diperkirakan tetap mempertahankan tingkat suku bunga utama.

Sentimen tambahan datang dari ketidaklancaran rantai pasok berkat perselisihan AS dengan Iran serta Houthi Yaman dengan Arab Saudi yang memicu keterlambatan pergerakan kapal kargo melintasi Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Reporter: Moch Febrianto