Ketegangan Timur Tengah Dan Minyak Tekan Pergerakan Harga Emas Global

Harga Emas Global (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:20 WIB

WASHINGTON - Pergerakan harga emas mengalami fluktuasi pada kisaran USD 4.050 per ons dalam sesi transaksi hari Jumat.

Tren tersebut menahan kejatuhan mendekati 2 persen yang terjadi di sesi perdagangan sebelumnya, bersamaan dengan melonjaknya komoditas minyak imbas memanasnya perselisihan di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Sumbernya, nilai emas spot pada pagi hari ini berada pada posisi USD 4.045 per ons.

Lonjakan komoditas minyak mentah Brent hingga melampaui level USD 100 per barel untuk perdana sejak bulan Mei didorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik mutakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi peringatan terkait peluang meluasnya operasi militer ke wilayah Iran.

Di samping itu, dirinya menegaskan bakal menuntut pertanggungjawaban pihak Teheran atas segala gempuran milisi Houthi terhadap kapal dagang komersial di wilayah Laut Merah kelak.

Melambungnya harga minyak mentah ini membangkitkan kecemasan terkait laju inflasi dunia.

Keadaan tersebut memperkokoh perkiraan para pelaku pasar bahwasanya Bank Sentral AS atau The Fed bakal memberlakukan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Penerapan tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi menyalurkan tekanan langsung terhadap instrumen investasi tanpa imbal hasil, termasuk logam mulia emas.

Mengacu pada kalkulasi pasar terkini, para investor menakar probabilitas senilai 34 persen bagi penyesuaian suku bunga The Fed pada pekan mendatang.

Adapun peluang kenaikan biaya pinjaman pada bulan September mendatang telah terakselerasi hingga melampaui angka 78 persen.

Keraguan di pasar finansial dunia turut tereskalasi menyusul mulai diberlakukannya aturan tarif impor anyar AS berkisar 10 sampai 12,5 persen kepada sejumlah mitra dagang utamanya.

Kendati diterpa tekanan harian, nilai emas secara umum tetap konsisten berada di jalur kenaikan mingguan taraf terbatas.

Fluktuasi harga emas dunia serta meroketnya minyak mentah ke atas USD 100 per barel ini menyita perhatian intensif dari para pelaku pasar di tanah air.

Arah kebijakan suku bunga AS dan risiko lonjakan inflasi imbas biaya energi berpotensi memengaruhi dinamika nilai tukar rupiah, laju inflasi nasional, hingga animo publik terhadap investasi emas batangan di dalam negeri.

Reporter: Moch Febrianto