Logam Mulia Emas Menguat Lagi Memasuki Perdagangan Sesi Pasar Asia Ini

Logam Mulia Emas (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 23 Juli 2026 | 12:35:26 WIB

TEHERAN - Angka Emas meraih dorongan mendekati $4.125 pada awal sesi perdagangan Asia hari Kamis.

Para peminat memasuki aset safe-haven Emas, sembari berkesinambungan mengevaluasi pertikaian Timur Tengah.

Sektor keuangan kini mengkalkulasi kans 34% untuk penyesuaian naik suku bunga dari The Fed dalam agenda kebijakan bulan Juli.

Angka Emas (XAU/USD) ditransaksikan pada zona positif di seputar $4.125 selama awal sesi perdagangan Asia pada hari Kamis. Logam berharga ini melanjutkan pemulihannya sewaktu eskalasi geopolitik yang terus berlangsung senantiasa menopang permintaan safe-haven.

Para pedagang berhamburan kembali menuju logam kuning setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran merembet hingga memasuki minggu kedua. Presiden AS, Donald Trump, pada hari Rabu bersumpah bahwasanya AS bakal memusnahkan jembatan atau pembangkit daya Iran, termasuk yang bertempat di ibu kota negara itu, Teheran, setiap kali Iran menembaki kapal di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran mengancam bakal mengincar infrastruktur dan sarana-sarana energi yang terafiliasi dengan AS di seluruh wilayah bilamana Washington mengeksekusi gertakan Trump. Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menuduh Iran tidak "serius" dalam membuat kesepakatan dengan AS sambil menegaskan bahwa Washington "berkomitmen pada diplomasi" di Timur Tengah.

"Pemulihan terbaru ini terasa sebagian besar digerakkan oleh arus, dipicu oleh sedikit aksi beli saat harga turun dan kelegaan murni bahwa dasar US$4.000 per ons bertahan," kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas senior dari Sumbernya. "Namun, saya tidak memprakirakan ini akan menjadi awal dari tren struktural baru. Harga energi baru mulai naik lagi, dan kekhawatiran itu pada akhirnya akan membatasi kenaikan," tambah McKay.

Para pedagang transaksi berjangka Fed funds memperkirakan probabilitas hampir 34% untuk penyesuaian naik suku bunga dari The Fed bulan ini, melonjak dari 10% seminggu sebelumnya. Para pedagang pun memprakirakan peluang 78% untuk paling tidak penyesuaian naik suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool.

Reporter: Moch Febrianto