Rupiah Berpeluang Melaju Rabu Ini Jelang Pengumuman Hasil RDG BI Hari Ini

Rupiah Berpeluang Melaju (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 22 Juli 2026 | 11:23:45 WIB

JAKARTA - Kurs mata uang rupiah diprediksi masih memiliki peluang meneruskan tren kenaikan menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada transaksi Rabu (22/7/2026).

Para pelaku pasar pada momen ini tengah menanti beberapa faktor penggerak, mulai dari keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sampai dinamika geopolitik internasional.

Merujuk data kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Indonesia tersebut diakhiri menguat menuju posisi Rp17.909 per dolar AS pada sesi Selasa (21/7/2026).

Angka tersebut menguat apabila dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya yang bertengger pada level Rp17.976 per dolar AS.

Di samping itu, menurut data pasar spot Bloomberg, rupiah terpantau terangkat 0,33% ke angka Rp17.888 per dolar AS.

Kenaikan nilai mata uang dalam negeri ini juga sejalan dengan data Trading Economics yang memperlihatkan penguatan rupiah senilai 0,25% pada level Rp17.894 per dolar AS.

Kepala Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpandangan pergerakan rupiah ditopang oleh mereda situasi tegang di kawasan Timur Tengah usai timbul indikasi perundingan antara AS dan Iran.

Di luar itu, masukan modal asing (capital inflow) yang konsisten masuk ke area pasar keuangan dalam negeri ikut menopang penguatan rupiah.

"Investor besok utamanya mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia," ungkap Lukman dari Sumbernya, Selasa (21/7/2026).

Beriringan dengan hal tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memandang para pelaku pasar masih memantau arah kebijakan tingkat suku bunga acuan BI Rate, pergerakan geopolitik dunia, serta respons pasar saham global pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut David, respons atas sektor AI menunjukkan kecenderungan bergerak bertolak belakang terhadap arus investasi yang datang pada pasar saham Indonesia, di mana sebagian besarnya disokong sektor komoditas.

Guna transaksi perdagangan Rabu (22/7/2026), Lukman memperkirakan pergerakan kurs rupiah berjalan pada rentang Rp17.850 sampai Rp18.000 per dolar AS.

Di sisi lain, David menaksir nilai tukar rupiah bakal menetap pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Reporter: Moch Febrianto