Kalangan Muda Menguasai Pasar Modal di Provinsi Jawa Tengah Saat Ini

Kalangan Muda Menguasai Pasar Modal (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 22 Juli 2026 | 11:23:27 WIB

SEMARANG - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membeberkan bahwa pemodal pasar modal di Jawa Tengah tetap dikuasai oleh kalangan remaja.

Sekitar 82,97 persen dari total 3,19 juta pemodal di kawasan ini adalah masyarakat yang berumur di bawah 40 tahun.

Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Azis Albakkar menerangkan, segmen pemodal tersebut berisikan generasi Z serta generasi milenial berusia kurang dari 30 tahun sampai 31-40 tahun.

"Investor pasar modal di Jawa Tengah didominasi investor muda berusia kurang dari 30 tahun dan usia 31-40 tahun dengan porsi 82,97 persen dari total 3,19 juta investor," tutur Azis pada agenda sosialisasi dan edukasi pasar modal di Semarang, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan penjelasannya, pola sejajar juga terjadi di skala nasional.

Jumlah pemodal muda di dalam pasar modal Indonesia bertambah secara berkelanjutan sejalan dengan kian praktisnya publik menjangkau kanal investasi.

Azis menerangkan, salah satu elemen yang memicu ekspansi tersebut yakni kian terjangkaunya dana awal guna mengawali investasi.

"Kalau dulu untuk transaksi di pasar modal mungkin perlu minimal Rp 10 juta. Sekarang dengan Rp 100.000 pun sudah bisa. Aksesnya juga semakin mudah lewat HP atau internet," ungkapnya.

Kemudahan itu memberi ruang calon pemodal melakukan pembukaan rekening efek, mengecek portofolio, sampai mengeksekusi transaksi secara daring melalui aplikasi instansi sekuritas tanpa mesti mendatangi kantor.

"Mereka cukup menggunakan online trading di perusahaan efek. Sambil menunggu kuliah atau aktivitas lainnya, mereka sudah bisa berinvestasi di pasar modal," terang Azis.

Karyawan tetap mendominasi

Selain dikuasai pemodal muda, KSEI mendata bidang pekerjaan karyawan tetap menjadi segmen terbesar pemodal pasar modal di Jawa Tengah.

Segmen ini meliputi karyawan swasta, aparatur sipil negara (ASN), guru, anggota TNI dan Polri, sampai pensiunan dengan proporsi mencapai 48,95 persen dari total pemodal.

Berdasarkan data dari KSEI per 30 Juni 2026, Jawa Tengah merupakan daerah dengan jumlah pemodal pasar modal terbesar keempat di Indonesia, yaitu menyentuh 3,19 juta pemodal.

Dari angka tersebut, Kota Semarang merupakan wilayah dengan pemodal paling banyak, yaitu 198.180 pemodal atau berkisar 6,21 persen dari total pemodal di Jawa Tengah.

Dalam skala nasional, total pemodal pasar modal telah menyentuh 28,96 juta pemodal, yang mencakup pemodal saham, reksa dana, surat utang dan obligasi, serta Surat Berharga Negara (SBN) beserta instrumen yang diterbitkan Bank Indonesia.

Azis menambahkan, total pemodal pasar modal di Jawa Tengah hingga penghujung Juni 2026 tumbuh sebesar 42,3 persen jika dibandingkan kurun waktu yang sama pada tahun lalu.

Sebagai bagian dari program mendongkrak literasi keuangan, KSEI bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan beragam kegiatan edukasi di Jawa Tengah, mulai dari media gathering, pelatihan bagi pelaku bisnis pasar modal, sampai tatap muka bersama pemodal dan pengelola Galeri Investasi.

Reporter: Moch Febrianto