Emas Rebound Mendekati $4.080 Akibat Peningkatan Permintaan Safe-Haven
WASHINGTON - Banderol Emas membalikkan arah mendekati $4.080 di pembukaan bursa sesi Asia hari Rabu, melesat 1,80% pada hari ini.
AS dan Iran saling membalas serangan selama 11 hari berturut-turut, mendongkrak minat terhadap safe-haven.
Para pedagang memperhitungkan harga energi yang melambung terhadap rilis inflasi AS yang redup sembari mereka meneliti petunjuk arah kebijakan suku bunga AS.
Banderol Emas (XAU/USD) naik hingga sekitar $4.080 sewaktu pembukaan bursa sesi Asia pada hari Rabu.
Komoditas berharga ini menguat kembali lantaran perburuan safe-haven terangkat di tingkat global seusai terkoreksi ke ambang psikologis $4.000 pada sesi sebelumnya.
Perselisihan militer yang kembali memuncak antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memicu guncangan hebat pada barang tambang, mendorong para pedagang untuk mengalihkan kembali investasi ke logam kuning safe-haven.
Selain itu, para pengamat menyebutkan bahwa aktivitas belanja ini berlangsung dengan latar belakang makro yang relatif tidak berubah.
"Pergerakan hari ini tampak lebih seperti aksi beli saat harga turun daripada respons terhadap berita baru," kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas dari Sumbernya.
Para pedagang tetap menimbang eskalasi dalam pertempuran AS-Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah meluncurkan gempuran malam ke-11 secara beruntun ke Iran semenjak Presiden AS, Donald Trump, menegaskan gencatan senjata "berakhir," sedangkan angkatan bersenjata Teheran telah menyerang titik-titik militer AS di wilayah Timur Tengah dan kelompok Houthi yang menjadi sekutu mereka telah menetapkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Bursa akan mengamati ketegangan di Timur Tengah secara cermat untuk mendeteksi indikasi bahwa beban energi yang kian tinggi dapat menyulut inflasi, sehingga menekan Federal Reserve (The Fed) untuk mengetatkan kebijakan.
Para pedagang swap memperkirakan probabilitas yang kecil bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada agenda pertemuan berikutnya di bulan Juli sesudah rilis inflasi AS yang cenderung melemah, meskipun para pedagang telah mengalkulasi secara penuh sekurang-kurangnya satu kenaikan suku bunga di akhir tahun.