MES Kobar Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah Generasi Muda
PALANGKARAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) senantiasa menstimulasi peningkatan pemahaman finansial warga. Upaya ini direalisasikan lewat pembukaan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang diprakarsai oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kobar di Aula Sangga Banua, Rabu, 15 Juli 2026. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto, yang datang mewakili Bupati.
Pembelajaran finansial ini diikuti kurang lebih 125 peserta dari bermacam elemen, berawal dari pengajar perguruan tinggi, pendidik, mahasiswa, siswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga warga umum. SPMS diselenggarakan sebagai langkah nyata memperluas pemahaman publik mengenai tata cara investasi berlandaskan syariah di wilayah setempat.
Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahruddin, pada laporannya memaparkan penyelenggaraan SPMS adalah wujud kerja sama antara MES Kobar, MES Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah.
“Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, kami berharap masyarakat semakin memahami instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Literasi keuangan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Syahruddin.
Dirinya menjabarkan, pasar modal syariah saat ini menjadi pilihan investasi yang kian digandrungi warga sejalan dengan melonjaknya kesadaran terhadap pemanfaatan produk yang seturut dengan syariat Islam. Sebab itu, pembinaan berkesinambungan dianggap sangat penting supaya warga dapat menentukan opsi investasi secara akurat dan aman.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, mengutarakan penghargaan setinggi-tingginya kepada BEI, OJK, dan segenap pihak yang sudah mengagendakan acara tersebut. Berikutan itu, SPMS merupakan pijakan riil dan strategis pada proses membentuk warga Kotawaringin Barat yang pintar serta mandiri secara finansial.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bursa Efek Indonesia, OJK, serta seluruh pihak penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. Ini adalah langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kotawaringin Barat yang cerdas dan mandiri secara finansial,” katanya.
Suyanto mengungkapkan, pada masa modern sekarang, investasi bukan sekadar gaya hidup, melainkan keharusan untuk merancang masa depan yang stabil. Akan tetapi, animo investasi yang tinggi mesti diimbangi pemahaman finansial yang tangguh supaya warga sanggup memilih produk investasi yang sah.
“Literasi keuangan yang kuat adalah benteng utama kami. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat diajak untuk cerdas membedakan mana investasi yang benar-benar logis dan legal, serta terhindar dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online ilegal yang merugikan,” ucapnya.
Di samping itu, Suyanto membeberkan pasar modal syariah menyajikan bermacam instrumen seperti saham syariah, reksa dana syariah, sampai sukuk yang dipantau secara ketat dari Sumbernya dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kegiatan investasi ini dijamin terhindar dari komponen riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).
Menutup narasi sambutannya, Suyanto mengimbau segenap peserta guna mengawali tindakan konkret dalam berinvestasi tanpa mesti menunggu modal berlimpah.
“Berinvestasi tidak harus menunggu modal yang besar. Mulailah secara konsisten dari jumlah yang kecil dan terukur. Semoga melalui kegiatan ini lahir investor-investor baru yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Barat,” katanya.