Harga Emas Antam 14 Juli 2026 Anjlok, UBS & Galeri 24 Stabil

Ilustrasi Emas Antam. (Sumber: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 14 Juli 2026 | 09:42:27 WIB

JAKARTA - Pergerakan nilai jual logam mulia hari ini, Senin (13/7/2026), memperlihatkan kecenderungan menurun pada bursa dalam negeri.

Produk emas batangan besutan Antam Logam Mulia tersungkur sebesar Rp20.000 per gram, akan tetapi emas merek Galeri 24 dan UBS yang tersedia via Pegadaian didapati masih kokoh pada posisi flat.

Berdasarkan publikasi angka dari situs resmi Logam Mulia serta Pegadaian, kemerosotan nilai emas Antam tersebut selaras dengan fluktuasi harga emas internasional yang sedang terhimpit akibat menguatnya mata uang dolar AS menjelang publikasi indikator inflasi Amerika Serikat pekan ini.

Nilai jual produk emas Antam garapan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk yang dipasarkan lewat outlet Logam Mulia terpangkas Rp20.000 per gram pada Senin (13/7/2026).

Nominal emas Antam kemasan 1 gram saat ini berada di angka Rp2.635.000, menyusut dari level terdahulu yang bertengger di Rp2.655.000 per gram.

Galeri 24, yang merupakan brand emas batangan kepunyaan PT Pegadaian, dinilai tidak bergerak pada sesi pembukaan pasar pekan ini.

Logam mulia Galeri 24 untuk satuan 1 gram tertahan di angka Rp2.634.000 per gram, tanpa mengalami pergeseran dari acuan transaksi sebelumnya.

Emas Antam yang didistribusikan via gerai Pegadaian terpantau flat pada banderol jualnya, namun nominal buyback justru merosot.

Angka jual emas Antam denominasi 1 gram di Pegadaian tidak bergerak di level Rp2.762.000 per gram, sedangkan nilai pembelian kembali menyusut Rp21.000 ke angka Rp2.442.000 dari posisi terdahulu yang sebesar Rp2.463.000 per gram.

Produk emas UBS (Untung Bersama Sejahtera) yang disalurkan lewat Pegadaian didapati ajeg pada sesi transaksi Senin ini.

Banderol logam mulia UBS ukuran 1 gram bertahan pada nominal Rp2.647.000 per gram, tidak bergeser dari angka sebelumnya.

Nilai buyback atau patokan transaksi beli balik untuk emas Antam Logam Mulia mengalami pemotongan sebesar Rp20.000 per gram menjadi Rp2.395.000 per gram dari acuan lama yakni Rp2.415.000 per gram.

Penyusutan nominal buyback tersebut seirama dengan fluktuasi koreksi harga jual emas di pasar domestik.

Melalui data perbandingan di atas, didapati informasi bahwa Galeri 24 menyajikan nominal yang paling ekonomis untuk ukuran 1 gram, yakni Rp2.634.000 per gram — bahkan tercatat lebih kompetitif Rp1.000 bila dikomparasikan dengan Antam Logam Mulia.

Di sisi lain, emas Antam yang dipasarkan lewat Pegadaian memegang nominal paling tinggi senilai Rp2.762.000 per gram, lantaran telah mencakup komponen ongkos distribusi beserta profit margin dari pihak Pegadaian.

Bagi transaksi langsung pada outlet Logam Mulia, banderol logam mulia Antam 1 gram dipatok Rp2.635.000, atau lebih hemat sebesar Rp127.000 ketimbang melakukan transaksi via Pegadaian.

Meski demikian, perlu menjadi catatan bahwa Antam Logam Mulia pun mempunyai selisih buyback paling lebar, yaitu Rp240.000 per gram di antara nilai beli dan transaksi jual kembali.

Pada bursa internasional, nilai emas berfluktuasi di kisaran angka US$3.300-an per ons pada penutupan transaksi akhir pekan lalu.

Dalam kurun bulanan, nilai komoditas emas masih terdepresiasi, namun dalam rentang tahunan tetap mengukuhkan lonjakan yang impresif di atas 20 persen.

Menjelang publikasi indikator inflasi AS pekan ini, para pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sehingga tingkat volatilitas nilai emas kian bergejolak.

Para pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data inflasi konsumen AS (CPI) sebagai kompas penentu kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Indikator yang memperlihatkan laju inflasi yang masih tinggi berpotensi kian menekan nilai emas, sebaliknya data yang berada di bawah prediksi pasar dapat menyuntikkan sentimen positif untuk sektor logam mulia.

Reporter: Moch Febrianto