Langkah Bersama Pemerintah dan BI Mampu Jaga Stabilitas Rupiah

Ilustrasi nilai tukar rupiah (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 10 Juni 2026 | 10:02:18 WIB

JAKARTA - Langkah untuk menjaga stabilitas perekonomian domestik terus memperoleh dukungan positif dari beragam pihak. Kebijakan dalam menaikkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan dalam negeri serta menjaga ketersediaan likuiditas pasar dinilai menjadi keputusan tepat guna memperkokoh nilai tukar rupiah.

Kebijakan peningkatan imbal hasil instrumen keuangan domestik memiliki potensi besar untuk menarik arus modal asing masuk ke dalam negeri, terutama lewat instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Aliran investasi asing ini diproyeksikan memberikan dampak baik bagi ekonomi nasional dan meningkatkan permintaan mata uang lokal.

"Jika portofolio inflow semakin deras masuk ke Indonesia melalui Surat Berharga Negara (SBN), maka akan semakin besar peluang bagi negara untuk mengelola modal asing tersebut menjadi program yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas nasional. Ini akan memicu peningkatan permintaan atas rupiah, sehingga nilai tukar rupiah akan semakin kuat menghadapi tekanan mata uang asing seperti dollar Amerika Serikat," ungkapnya.

Di samping memicu kehadiran investasi, langkah pengelolaan kas negara yang ditempatkan pada bank sentral juga dipandang memberi keuntungan lebih untuk negara. Mekanisme tersebut berpeluang menjadi instrumen pendapatan tambahan lewat remunerasi yang diperoleh pihak pemerintah.

Kendati demikian, terdapat catatan penting agar dampak positif dari kebijakan ini benar-benar menyentuh sektor riil melalui penambahan ketersediaan likuiditas pada industri perbankan nasional.

"Pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola kebijakan ini. Pengelolaan kas negara di bank sentral harus mampu disalurkan dalam bentuk likuiditas tambahan kepada sistem perbankan. Kebijakan ini perlu pula diikuti dengan penurunan suku bunga acuan, agar para pelaku usaha dapat menyerap modal lebih maksimal untuk mengembangkan bisnis," terangnya.

Sinergi yang kokoh antara otoritas moneter dan pemerintah merupakan elemen krusial untuk membangun sentimen yang positif di dalam pasar keuangan. Keberhasilan penyerapan seluruh kebijakan ekonomi ini sangat bertumpu pada keselarasan strategi fiskal serta moneter.

"Tanpa koordinasi yang erat, opsi kebijakan meningkatkan yield instrumen keuangan domestik dan menjaga likuiditas pasar keuangan-perbankan tidak akan pernah tercapai," jelasnya.

Tantangan utama yang akan dihadapi pada masa mendatang berada pada aspek konsistensi penerapan kebijakan di lapangan. Apabila dieksekusi secara disiplin dan fokus pada penguatan fondasi ekonomi, kebijakan ini diyakini membawa dampak positif bagi stabilitas mata uang dan pertumbuhan ekonomi.

"Tantangan selanjutnya bagi pemerintah adalah implementasi kedua kebijakan tersebut. Diperlukan disiplin, serta persepektif pembangunan ekonomi secara fundamental, agar kedua kebijakan tersebut dapat terlaksana secara maksimal, dalam rangka menguatkan nilai tukar rupiah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.

Apresiasi nilai tukar rupiah bukan sekadar penanda bagi stabilitas ekonomi semata, namun juga merepresentasikan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap masa depan ekonomi domestik. Oleh karena itu, kerja sama yang berkesinambungan diharapkan bisa memelihara tren pertumbuhan sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Reporter: Moch Febrianto