AXA Mandiri Capai Pertumbuhan Positif Premi Asuransi Kesehatan Tahun Ini

Jumat, 06 Februari 2026 | 12:36:37 WIB
AXA Mandiri Capai Pertumbuhan Positif Premi Asuransi Kesehatan Tahun Ini

JAKARTA - Premi Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Capai Rp2 Triliun, Klaim Rp200 Miliar per September 2025, menandai pertumbuhan signifikan dalam sektor ini. 

PT AXA Mandiri Financial Services mencatat pendapatan premi asuransi kesehatan lebih dari Rp2 triliun hingga September 2025. 

Chief Customer, Marketing & Product Officer AXA Mandiri, Theodores Tangke, mengatakan, “Sementara itu, hingga September 2025 secara keseluruhan klaim kesehatan mencapai lebih dari Rp200 miliar. Jumlah ini mencerminkan pemanfaatan layanan kesehatan yang baik dan pengelolaan klaim yang efektif.”

Menurut Theodores, porsi asuransi kesehatan relatif lebih kecil dibandingkan produk perlindungan jiwa yang menjadi fokus bisnis utama perusahaan. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, AXA Mandiri terus memperkuat kapabilitas dan produk kesehatannya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas penetrasi di segmen asuransi kesehatan yang berkembang pesat.

Kinerja premi dan klaim ini memberikan gambaran positif tentang respons pasar terhadap produk asuransi kesehatan. Jumlah klaim yang tercatat mencerminkan tata kelola yang baik dan efisiensi proses klaim. Pertumbuhan premi menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan kesehatan melalui asuransi.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Asuransi Kesehatan

Theodores menjelaskan, optimisme terhadap prospek asuransi kesehatan pada 2026 didorong oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah tren inflasi medis yang mendorong masyarakat mengalihkan risiko biaya kesehatan ke asuransi. Selain itu, peningkatan literasi terkait manfaat asuransi kesehatan turut memperkuat permintaan produk.

Perubahan gaya hidup masyarakat juga memicu kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas. Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, produk asuransi kesehatan menjadi lebih relevan. Theodores menekankan, faktor-faktor ini menjadikan sektor ini memiliki potensi pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

Selain itu, penguatan regulasi dan kolaborasi strategis turut mendukung ekspansi pasar. Kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan dan biaya medis yang meningkat membuat asuransi menjadi solusi penting. Faktor-faktor ini membentuk dasar bagi AXA Mandiri untuk terus mengembangkan lini asuransi kesehatan secara optimal.

Kolaborasi dan Implementasi POJK Asuransi Kesehatan

Theodores menambahkan, AXA Mandiri menyambut baik terbitnya POJK No. 36/2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. 

Perusahaan menjalankan regulasi ini dengan membangun kolaborasi bersama Perdokjasi, AdMedika, penyedia layanan kesehatan seperti EMC Healthcare, Rumah Sakit Mitra Keluarga, serta jaringan agen Laku Pandai Bank Mandiri. Kolaborasi strategis ini memungkinkan perusahaan memastikan tata kelola lebih baik dan menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain memperkuat manajemen internal, kolaborasi juga membantu edukasi masyarakat tentang manfaat asuransi kesehatan. Kerjasama dengan penyedia layanan kesehatan memastikan kualitas pelayanan klaim tetap optimal. 

Theodores menekankan, upaya ini penting agar pelanggan memperoleh pengalaman terbaik dan mendorong kepercayaan terhadap produk asuransi kesehatan.

Kolaborasi tersebut juga mendukung pengembangan produk yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan teknologi dan jaringan layanan, AXA Mandiri mampu memberikan layanan asuransi kesehatan yang efisien. Hal ini menjadikan perusahaan lebih adaptif terhadap perubahan tren kesehatan dan permintaan pasar.

Prospek dan Tantangan Industri Asuransi Kesehatan

Premi Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Capai Rp2 Triliun, Klaim Rp200 Miliar per September 2025 menunjukkan prospek positif. Namun, industri perlu berhati-hati terhadap peningkatan aktivitas klaim yang tinggi. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, mencatat klaim asuransi kesehatan meningkat 11,20% secara year on year hingga November 2025.

Rasio klaim sebesar 71,66% menjadi perhatian perusahaan agar tetap menjaga keseimbangan antara premi dan klaim. 

Pengelolaan risiko dan pencadangan yang memadai menjadi kunci menjaga kesehatan keuangan perusahaan. OJK mendorong perusahaan untuk memperkuat manajemen risiko dan menjaga kualitas layanan agar kinerja industri tetap stabil.

Industri asuransi kesehatan juga menghadapi tantangan dalam menjaga kepuasan pelanggan. Dengan klaim yang meningkat, perusahaan harus memastikan proses klaim tetap cepat dan transparan. Pengelolaan yang baik akan membantu menjaga kepercayaan nasabah serta meningkatkan loyalitas terhadap produk asuransi kesehatan.

Strategi AXA Mandiri Memperkuat Asuransi Kesehatan

AXA Mandiri terus memperkuat kapabilitas asuransi kesehatan melalui inovasi produk dan layanan. Theodores menyatakan, perusahaan fokus pada peningkatan kualitas layanan klaim agar sesuai kebutuhan nasabah. Dengan pemanfaatan teknologi dan jaringan luas, proses klaim dapat lebih efisien dan transparan.

Selain itu, edukasi masyarakat mengenai manfaat asuransi kesehatan menjadi prioritas perusahaan. Program literasi membantu nasabah memahami produk dan memilih perlindungan yang tepat. Strategi ini juga mendorong peningkatan penetrasi asuransi kesehatan di berbagai segmen masyarakat.

Perusahaan memandang pertumbuhan premi dan klaim sebagai indikator keberhasilan strategi. Premi Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Capai Rp2 Triliun, Klaim Rp200 Miliar per September 2025 menunjukkan keseimbangan antara permintaan dan pelayanan. 

Dengan fokus pada manajemen risiko, kualitas layanan, dan edukasi nasabah, AXA Mandiri optimistis prospek asuransi kesehatan akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Terkini