7 Fakta soal Makanan yang Jarang Diketahui Sebelum Bercinta
WARTAFINANSIAL.COM — Pilihan makanan sebelum berhubungan intim sering diabaikan, padahal efeknya bisa langsung terasa di perut dan energi tubuh. Beberapa jenis makanan memicu kembung, gas berlebih, hingga rasa lesu yang mengganggu performa. Ahli gizi mengungkap daftar makanan yang sebaiknya dihindari lebih dulu.
Momen bercinta butuh tubuh yang nyaman dan energi yang stabil. Sayangnya, sebagian makanan justru memicu perut begah, gas berlebih, bahkan rasa lelah yang datang tiba-tiba. Sejumlah ahli gizi menyebut efek ini bisa berbeda pada tiap orang, tergantung kondisi pencernaan dan porsi yang dikonsumsi.
1. Kacang-kacangan
Kacang merah, lentil, dan chickpea mengandung serat serta gula tertentu yang sulit dicerna tubuh. Bakteri di usus kemudian mengurai senyawa tersebut lewat proses fermentasi. Hasilnya, gas menumpuk dan perut terasa penuh.
Meski begitu, kacang-kacangan tetap sumber serat dan nutrisi yang baik. Reaksinya sangat bergantung pada kondisi pencernaan masing-masing orang dan jumlah yang dimakan.
2. Sayuran Cruciferous
Brokoli, kale, kol, dan bok choy kaya nutrisi, tapi juga mudah memicu gas. Selain tinggi serat, sayuran ini mengandung glukosinolat, senyawa alami bersulfur. Saat dicerna, senyawa itu menghasilkan gas beraroma khas sulfur.
Pada sebagian orang, konsumsi sayuran cruciferous membuat perut kembung atau lebih sering buang gas.
3. Bawang-bawangan
Bawang putih, bawang bombai, dan bawang merah juga mengandung senyawa sulfur. Saat dikunyah, senyawa itu melepas gas yang bercampur bakteri di mulut dan memicu bau napas.
"Ketika dikunyah, senyawa sulfur melepaskan gas yang bercampur dengan bakteri di mulut dan menyebabkan bau napas," jelas Sabrina Oliver, Senior Clinical Nutritionist bidang penyakit pencernaan di NewYork-Presbyterian Columbia University Irving Medical Center.
Bau tersebut bisa bertahan setelah makanan dicerna. Produk samping pencernaan diserap ke aliran darah, dibawa ke paru-paru, lalu keluar melalui napas.
4. Karbohidrat Sederhana
Roti, pasta, dan kentang mengandung gula sederhana yang memberi lonjakan energi cepat. Menurut American Heart Association, energi itu kembali turun setelah lonjakan singkat. Tubuh pun terasa lelah saat energi cepat habis.
Memadukan karbohidrat dengan protein dan serat membantu memperlambat penyerapan, sehingga energi lebih stabil.
5. Daging Merah Berlemak
Lemak termasuk zat gizi yang paling sulit dicerna tubuh. Saat mencerna makanan tinggi lemak, tubuh mengarahkan lebih banyak energi ke sistem pencernaan. Asupan lemak berlebih juga memicu rasa tidak nyaman.
Jika ingin makan daging sapi, pilih potongan rendah lemak seperti sirloin tip steak. Batasi pilihan berlemak seperti bagian ribeye.
6. Produk Susu
Produk susu bisa memicu masalah pencernaan meski seseorang tidak mengalami intoleransi laktosa. Pada sebagian orang, produk ini memperburuk gejala IBS atau memicu heartburn.
Kandungan lemaknya yang cukup tinggi membuat tubuh butuh lebih banyak waktu dan energi untuk mencerna. Akibatnya, perut terasa begah atau tubuh lesu, terutama pada orang dengan pencernaan sensitif.
7. Gorengan
Makanan yang digoreng dan berminyak membuat perut kembung. Pada sebagian orang, makanan ini bahkan memicu diare jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
"Makanan yang digoreng dan berminyak dapat membuat perut kembung atau memicu diare pada sebagian orang," jelas Sabrina Oliver.
Oliver menyarankan memilih makanan yang dipanggang atau dibakar sebagai alternatif. Kunyah makanan dengan baik dan berhenti makan sebelum terlalu kenyang.
Menghindari tujuh jenis makanan itu sebelum bercinta bisa membantu menjaga kenyamanan perut dan stabilitas energi. Respons tiap orang berbeda, jadi kenali batas tubuh sendiri agar momen tetap nyaman.