Suahasil Nazara Menkeu Baru Memberikan Dampak Ke Rupiah Dan IHSG

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Selasa, 15 September 2026
Suahasil Nazara Menkeu Baru Memberikan Dampak Ke Rupiah Dan IHSG
Suahasil Nazara Menkeu Baru (FOTO: NET)

JAKARTA - Penetapan Suahasil Nazara selaku Menteri Keuangan baru menjadi perhatian pelaku pasar usai perombakan kabinet.

Pergeseran ini dianggap mampu menjadi pemicu positif bagi pasar keuangan nasional, khususnya apabila rezim dapat mempertahankan kredibilitas serta kedisiplinan fiskal.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyampaikan, tanggapan awal pasar atas pergeseran Menteri Keuangan cenderung bagus.

Menurut pandangannya, penunjukan Suahasil memiliki potensi menekan premi risiko fiskal nasional.

"Penunjukan Suahasil Nazara berpotensi menurunkan premi risiko fiskal Indonesia karena beliau dikenal sebagai teknokrat dengan pendekatan fiskal yang relatif prudent," ujar Harry kepada Sumbernya, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan penjelasannya, pasar hendak memperhatikan komitmen Menteri Keuangan baru atas kedisiplinan anggaran, keterbukaan arah kebijakan, serta ikhtiar mempertahankan ambang defisit fiskal di bawah 3% atas produk domestik bruto atau PDB.

Dalam periode singkat, pergeseran itu memiliki potensi menghadirkan efek positif bagi rupiah, Surat Utang Negara atau SUN, dan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.

Walau begitu, gejolak tetap dapat berlangsung sepanjang periode peralihan.

Harry memaparkan, jika kredibilitas fiskal terangkat, country risk premium nasional memiliki peluang merosot.

Keadaan tersebut mampu menopang penguatan nilai tukar rupiah serta penurunan yield SUN, yang selanjutnya berpeluang memangkas discount rate di bursa saham.

"Jika kredibilitas fiskal meningkat, country risk premium dapat turun, sehingga mendukung penguatan rupiah, penurunan yield SUN, dan pada akhirnya menurunkan discount rate di pasar saham," jelasnya.

Namun demikian, Harry menganggap pergeseran Menteri Keuangan belum menggeser proyeksi pasar secara drastis sampai penghujung 2026.

Cuma saja, susunan sentimen pasar berpeluang makin positif.

Para pemodal pun mesti memperhatikan beberapa indikator utama, mulai arah defisit APBN, arah pengeluaran rezim, ketahanan rupiah dan yield SUN, hingga keajegan kebijakan yang dieksekusi oleh Menteri Keuangan baru.

Di tengah situasi itu, Harry menganjurkan pemodal agar tetap cermat dalam menentukan saham.

Alasannya, kedudukan IHSG saat ini telah mendekati sasaran akhir tahun Samuel Sekuritas Indonesia pada angka 6.600, sehingga ruang peningkatan indeks secara keseluruhan dianggap cukup terbatas.

Meski demikian, pangkasan risk premium sanggup membuka ruang re-rating buat saham-saham dengan fundamental kokoh.

Harry terutama melihat ruang pada saham perbankan bermutu dan bidang yang peka atas dinamika tingkat suku bunga.

"Kami tetap menyarankan investor selektif. Dengan IHSG yang sudah mendekati target akhir tahun kami di 6.600, upside indeks relatif terbatas," pungkasnya.

Di samping bidang perbankan dan saham yang peka atas suku bunga, Samuel Sekuritas Indonesia tetap menggemari emiten komoditas dengan pemasukan berwujud dolar AS sebagai alternatif diversifikasi buat pemodal.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua