BNI Salurkan Pinjaman Program KDMP dengan Risiko Kredit Macet Rendah!!

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Kamis, 10 September 2026
BNI Salurkan Pinjaman Program KDMP dengan Risiko Kredit Macet Rendah!!
BNI Salurkan Pinjaman Program KDMP (FOTO: NET)

JAKARTA - Head of Investor Relation PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Yohan Setio memandang penyaluran pinjaman untuk program prioritas pemerintah memiliki tingkat risiko yang kecil.

Alasannya, pembayaran pinjaman program pemerintah dijamin oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Emiten berinisial saham BBNI ini mengucurkan pembiayaan untuk salah satu program prioritas pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Perusahaan pun menyajikan tingkat bunga pinjaman yang lebih terjangkau bagi program KDMP, yaitu sebesar 6% dari rata-rata sebesar 7%.

"Kalau kami lihat di tahun ini, pemerintah menggarap proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih melalui Agrinas, yang Bank Himbara berpartisipasi memberikan kredit. Nah, untuk suku bunganya biasanya sedikit lebih rendah dibanding suku bunga komersial, misalkan suku bunga komersial di BNI secara rata-rata kami di angka 7%, untuk proyek ini, Koperasi Desa Merah Putih, sedikit lebih murah hanya 6%," ungkap Yohan dalam acara Public Expose virtual, Rabu (9/9/2026).

Tingkat bunga pinjaman istimewa ini disalurkan sebab asal pembiayaan proyek KDMP dijamin oleh APBN secara langsung.

Oleh sebab itu, profil risiko dari program tersebut menjadi makin kecil.

"Untuk proyek seperti ini, sumber pembayarannya akan datang dari APBN secara langsung sehingga profil risikonya secara teori menjadi sangat rendah. Itu menjadi alasan kenapa pricingnya juga bisa menjadi lebih rendah," paparnya.

Dari aspek keuntungan, Yohan mengungkapkan pinjaman pada program pemerintah tetap memiliki marjin yang dapat diraih Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Namun ia mempertegas, BNI tidak semata-mata mengejar keuntungan saat mengucurkan pinjaman ke beragam program pemerintah.

"Secara profitabilitas, masih ada profit yang bisa dipetik oleh Bank Himbara, tentunya ketika kami menjalankan proyek pemerintah, mencari profit bukan tujuan utama kami. Kami balance antara profit yang wajar dan membangun negara," tandasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua