SMF Tegaskan Bunga FLPP Tetap Sama pada Tenor KPR 40 Tahun
WARTAFINANSIAL.COM — Plt. Direktur Bisnis PT SMF Heliantopo menyampaikan bahwa tingkat bunga pembiayaan FLPP tetap sama, baik untuk tenor 20 tahun maupun 40 tahun. Kepastian ini diungkapkan dalam acara CNN Indonesia Prime News Special Edition, Selasa (1/9).
Cicilan Lebih Ringan, Akses MBR Makin Luas
"Kalau menggunakan program FLPP tetap sama dengan SMF, jadi dengan program yang sudah ada yang 20 tahun dengan 40 tahun tetap sama tingkat bunga yang diberikan SMF tetap dengan tingkat bunga yang sama," ujar Heliantopo.
Perpanjangan tenor membuat ambang batas penghasilan untuk menjadi peserta FLPP ikut bergeser. Dengan cicilan bulanan yang lebih rendah, kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak memenuhi syarat kini bisa masuk ke segmen penerima pembiayaan.
"40 tahun ini sebetulnya sesuatu yang sangat baik. Tadi saya sampaikan bahwa FLPP itu tadinya ketika programnya 20 tahun, levelnya di sini, tapi begitu dibuat 40 tahun, maka yang penghasilannya lagi di bawah itu bisa masuk," jelasnya.
Bunga FLPP Konstan: Ini Penegasan SMF
SMF menegaskan tidak ada perubahan skema bunga dalam perpanjangan tenor ini. Keputusan tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah yang terus meningkat, sementara daya beli masih terbatas.
Dengan tenor lebih panjang, beban cicilan bulanan menjadi lebih proporsional terhadap pendapatan. Hal ini diharapkan mengurangi hambatan utama MBR dalam mengakses pembiayaan rumah pertama.
Fleksibilitas Pelunasan Dipercepat
Heliantopo menambahkan, perpanjangan tenor tidak berarti debitur terikat mencicil hingga 40 tahun penuh. Skema ini tetap memberi ruang bagi debitur untuk mempercepat pelunasan ketika kondisi ekonomi membaik.
"Kalau ketika ekonominya naik, mereka bisa dipercepat," katanya.
Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi debitur yang mengalami peningkatan pendapatan di tengah masa kredit, sehingga total bunga yang dibayarkan berpotensi lebih rendah dari skema 40 tahun.
Siapa yang Diuntungkan dari Kebijakan Ini?
Kelompok MBR yang selama ini kesulitan memenuhi rasio cicilan terhadap pendapatan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Perpanjangan tenor menurunkan jumlah angsuran bulanan, sekaligus mempertahankan tingkat bunga yang sama dengan skema sebelumnya.
Bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan, tenor lebih panjang juga berarti periode pembayaran yang lebih stabil. Namun, risiko kredit jangka panjang tetap menjadi pertimbangan yang perlu dikelola dengan hati-hati.
Keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah harga properti yang terus meningkat.