Kelangkaan Pasokan BBM dan Beban Keuangan, Rusia Jual Tabungan Emas

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 24 Agustus 2026
Kelangkaan Pasokan BBM dan Beban Keuangan, Rusia Jual Tabungan Emas
Kelangkaan Pasokan BBM (FOTO: NET)

MOSKWA - Rusia sedang mengalami keterpukulan ekonomi yang kian pelik. Di tengah kesulitan stok bahan bakar minyak (BBM) akibat kerusakan fasilitas energi, Bank Sentral Rusia giat memangkas simpanan emas hingga menyentuh angka terendah dalam kurun lebih dari enam tahun.

Dikutip dari Sumbernya, Minggu (23/8/2026), catatan Bank Sentral Rusia memperlihatkan simpanan emas negara tersebut merosot 1,6 juta ons sejak awal 2026 menjadi 73,2 juta ons per 1 Agustus 2026.

Jumlah tersebut jadi titik simpanan emas paling sedikit Rusia sejak Januari 2020.

Nilai simpanan emas bank sentral turut meluncur US$ 33,7 miliar selama tujuh bulan secara beruntun.

Penyusutan simpanan emas terjadi sewaktu Rusia terpukul dari sisi penerimaan sektor energi dan keperluan pendanaan defisit anggaran.

Pada tahun lalu, Kementerian Keuangan Rusia melepas emas dan valuta asing dari Dana Kesejahteraan Nasional (National Wellbeing Fund) guna menyokong penutupan defisit akibat tergerusnya pemasukan energi.

Melalui saluran yang dinamakan mirror mechanism, Bank Sentral Rusia menjalankan tindakan penyeimbang di pasar lokal untuk menekan dampak transaksi terhadap kurs rubel dan tata keuangan.

Mulanya, Bank Sentral Rusia termasuk salah satu pembeli emas paling masif di dunia.

Bank sentral itu menyerap sebagian besar hasil produksi emas lokal sebelum meyetop transaksi pembelian pada awal 2020.

Pada 2022, Bank Sentral Rusia sempat berencana kembali membeli emas.

Langkah itu membantu menyerap porsi pasokan emas yang sukar diekspor seusai Rusia dijatuhi sanksi buntut serangan ke Ukraina pada Februari 2022.

Akan tetapi, aktivitas pembelian emas secara besar-besaran tidak berlangsung lama.

Keterpukulan pada sektor energi Rusia juga nampak dari kelangkaan pasokan BBM yang kian menyebar.

Deretan serangan pesawat nirawal Ukraina ke infrastruktur minyak Rusia mengacaukan daya olah dan penyaluran BBM lokal.

Buntut antrean kendaraan mulai terlihat di beberapa tempat pengisian bahan bakar di Moskwa.

Catatan perangkat pemantau Gdebenz memperlihatkan ketersediaan bensin secara nasional cuma menyentuh 28% dari total stasiun pengisian bahan bakar pada Rabu (20/8/2026), meluncur dari 41% seminggu sebelumnya.

Pembatasan pembelian BBM turut diterapkan di hampir tiap area Rusia.

Pembatasan itu meliputi ambat pembeli per konsumen, skema jatah memakai kode QR, hingga pembatasan berdasar nomor plat kendaraan.

Beberapa stasiun pengisian bahan bakar kepunyaan Gazprom Neft di Moskwa membatasi pembelian paling banyak 40 liter bagi tiap pengisian.

Sementara itu, Tatneft mematok angka 50 liter untuk bensin dan 60 liter untuk solar.

Layanan Yandex Fuel pada Rabu memperlihatkan bensin AI-92 cuma tersedia pada kisaran satu dari 10 tempat pengisian bahan bakar di Moskwa.

Krisis pasokan itu terjadi biarpun Rusia tergolong salah satu penghasil dan eksportir minyak terbesar dunia.

Gempuran ke infrastruktur energi bikin daya olah dalam negeri terganggu dan memaksa pengambil kebijakan menempuh sejumlah trik demi menjaga pasokan lokal.

Sampai awal Juli 2026, seluruh tempat penyulingan minyak utama Rusia dikabarkan sudah diserang sekurang-kurangnya satu kali.

Pada rentang dua minggu pertama Agustus 2026, hampari 12 sarana energi kembali digempur.

Sarana yang kena dampak antara lain penyulingan Yaroslavnefteorgsintez di Yaroslavl, dua penyulingan di Bashkortostan, serta sarana ekspor di Pelabuhan Ust-Luga.

Dikutip dari Sumbernya, tempat penyulingan yang menderita kerusakan saat ini mencakup sekitar 54% dari total daya olah minyak Rusia.

Dampaknya, hasil bensin harian Rusia anjlok jadi kisaran 75.000-80.000 ton pada Juli 2026.

Perolehan itu berada jauh di bawah keperluan sepanjang musim panas yang menyentuh 115.000-120.000 ton per hari.

Lantaran keadaan tersebut, Rusia menderita defisit pasokan sekitar 35% dari kebutuhan harian.

Presiden Rusia Vladimir Putin membenarkan adanya kelangkaan BBM pada penghujung Juli 2026, meski menganggap dampaknya tidak parah.

“Tidak ada konsekuensi kritis dari serangan tersebut, tidak pernah ada dan tidak mungkin ada. Namun, serangan tersebut tentu saja menimbulkan kerugian bagi kami. Itu jelas, kami memahami, melihat, dan mengetahuinya,” ujar Putin.

Guna menangani kekurangan pasokan, Rusia mendongkrak impor BBM lewat jalur kereta api dari Belarus dan Kazakhstan serta, untuk pertama kalinya, dari Maroko.

Pengiriman BBM dari Belarus melonjak 25 kali lipat secara tahunan sepanjang Januari-Juli 2026.

Sekitar 30.000 ton bensin AI-92 yang disokong Lukoil turut diangkut di Tangier, Maroko, guna dikirim ke Murmansk.

Namun demikian, pasokan impor tersebut belum sepenuhnya sanggup membereskan kelangkaan.

Banyak bensin asal India dan Maroko dikabarkan tertahan di Murmansk lantaran penjual meminta harga 110.000-130.000 rubel per ton, padahal pengawas pemerintah mematok harga di bawah 78.000 rubel per ton.

Defisit pasokan juga berpotensi muncul lagi pada September sewaktu fasilitas penyulingan Novopolotsk di Belarus menjalani perawatan rutin.

Belarus menyuplai 212.000 ton bensin dan 162.000 ton solar ke Rusia pada Juli 2026.

Keduanya tergolong pencapaian pasokan bulanan.

Belarus saat ini menjadi asal BBM luar negeri paling penting bagi Rusia lewat pengolahan minyak mentah Rusia menggunakan mekanisme tolling.

Dua tempat penyulingan Belarus, Novopolotsk dan Mozyr, memegang daya ekspor gabungan sekitar 2 juta ton per tahun.

Daya tersebut masih terbilang jauh lebih minim dibanding keperluan BBM Rusia.

Krisis BBM turut menyulut ketidakenangan publik.

Di Volgograd, lima warga diciduk seusai merekam rekaman video yang diarahkan bagi Kepala Komite Investigasi Rusia Alexander Bastrykin.

Mereka memprotes perlakuan tak setara lantaran pejabat disebut mampu mengisi BBM tanpa pembatasan, padahal publik mesti menghadapi skema pembatasan.

Salah seorang warga dijatuhi sanksi kurungan administratif selama lima hari, sementara warga lainnya diganjar denda.

Di Perm, seorang warga yang menggelar unjuk rasa seorang diri terkait akses BBM juga dijatuhi denda.

Di tengah kondisi tersebut, pemangkasan simpanan emas oleh Bank Sentral Rusia jadi bagian dari langkah pengelolaan cadangan dan dana negara sewaktu penerimaan energi kena tekanan

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua