Temuan Deposit Emas Indonesia Terbaru Melampaui Tambang Milik Freeport!

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 13 Agustus 2026
Temuan Deposit Emas Indonesia Terbaru Melampaui Tambang Milik Freeport!
Temuan Deposit Emas Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Lembaga Tambang Indonesia menyatakan bahwasanya kekayaan cadangan emas tanah air masih amat besar serta terhampar di pelbagai kawasan.

Malah, ada satu entitas tambang yang masih melakoni fase riset lapangan, tetapi diprediksi mengantongi deposit emas lebih melimpah dibandingkan kepunyaan PT Freeport Indonesia pada kawasan Papua Tengah.

Ketua IMI Irwandy Arif menyebutkan prospek tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia masih mengantongi banyak kawasan tambang emas yang sanggup digali melalui operasional riset.

Adapun entitas yang menguasai deposit emas berukuran raksasa itu yakni Sumbawa Timur Mining yang mengelola Proyek Hu'u pada Wilayah Hu'u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Potensinya masih banyak sekali. Di Nusa Tenggara Barat. Yang kita kenal dengan Sumbawa Timur Mining. Bisa-bisa cadangannya melebihi cadangan Freeport. Dan di jalur itu juga sama. Kita sudah bisa mengidentifikasi padahal dulu itu, jalurnya sudah ketahuan," ungkap Irwandy dalam acara Mindialogue 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Patut diketahui, PT Sumbawa Timur Mining sebagai entitas pemegang Perjanjian Kerja periode ke-7 tahun 1998 hingga kini memang terus melangsungkan perburuan deposit emas pada kawasan Onto, Wilayah Hu'u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berbekal Perjanjian Kerja yang dipegang Sumbawa Timur Mining semenjak tahun 1998, itu bermakna perseroan telah menginjak usia 28 tahun menggelar operasi riset guna berburu harta karun emas tersebut.

Sebelumnya, Pimpinan Eksekutif STM Bede Evans beberapa saat lalu sempat menjelaskan bahwasanya prospek kekayaan mineral Onto ialah bagian Proyek Hu'u kepunyaan PT STM sebagai pemegang Perjanjian Kerja periode ke-7. Terutama yang diteken Pemerintah Indonesia pada tanggal 19 Februari 1998.

Porsi saham STM sendiri secara mayoritas dikuasai oleh Vale S.A. sejumlah 80 persen lewat Eastern Star Resources Pty Ltd, serta sisanya dipunyai PT Aneka Tambang Tbk sebesar 20 persen.

"Saat ini tim engineering kami terus mengembangkan berbagai opsi bagaimana Proyek Hu'u ke depannya dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek penambangan," ujarnya dari Sumbernya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan dokumen perseroan, per publikasi umum paling akhir pada 2022 terkait deposit Onto, kekayaan mineral terindikasi tercatat mencapai angka 1,1 miliar ton, yang mana pada tiap ton memuat kandungan 0,93% tembaga (Cu) serta 0,56 gram emas (Au).

Sementara kekayaan mineral terkaan terdata mencapai 0,96 miliar ton, yang mana pada setiap ton memuat kandungan 0,87% tembaga (Cu) serta 0,44 gram emas (Au).

Sejak perburuan diawali pada tahun 2010, proyek tersebut setidaknya sudah memakan modal mencapai US$ 200 juta hingga tahun 2021.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua